Kocek Internal Masih Jadi Andalan Pengembang Bangun Properti

Kompas.com - 16/02/2016, 22:30 WIB
Ilustrasi: www.shutterstock.comIlustrasi:
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana internal tetap menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan pengembang dalam membangun properti residensial sepanjang tahun 2015 lalu.

Demikian hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) yang dilansir pada Kamis (11/2/2016). 

BI melaporkan, sebagian besar pengembang atau sebanyak 61,52 persen dari pengembang yang disigi hingga saat ini masih menjadikan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pembiayaan pembangunan proprti residensial.

Berdasarkan komposisi sumber pembiayaan dari dana internal tersebut sebagian besar merupakan modal disetor yakni sebanyak 26,10 persen.

Sementara dana yang berasal dari laba ditahan sebesar 24,02 persen, sumber lainnya 9,54 persen, dan joint venture sebesar 1,85 persen.

Sementara dari sisi konsumen, fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan transaksi pembelian properti.

Hasil survei mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen atau 75,77 persen memilih KPR sebagai fasilitas utama transaksi pembelian terutama pada rumah tipe kecil dan menengah.

"Tingkat bunga KPR yang diberikan oleh, khususnya kelompok bank persero berkisar antara 9 persen sampai 12 persen," tulis BI.

Dari sisi penyaluran kredit oleh perbankan, total KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) pada triwulan IV-2015 tercatat Rp 337,38 triliun atau tumbuh 1,17 persen.

Angka ini melambat dibandingkan pada kuartal sebelumnya yakni 1,76 persen dan pertumbuhan total kredit perbankan yang justru mengalami penurunan 0,24 persen.

Dari total KPR yang dikucurkan oleh bank sejak Januari hingga Desember 2015 sebanyak 8,17 persen di antaranya merupakan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau KPR-FLPP yang dimanfaatkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Adapun pencairan FLPP sampai akhir 2015 mencapai Rp 6,06 triliun. Lebih tinggi dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2015 sebesar Rp 5,10 triliun.

Keuntungan menggunakan FLPP bagi MBR adalah dapat memperoleh cicilan rumah dengan bunga tetap 5 persen dengan jangka waktu maksimal 20 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X