Karena Tol Cipali, 10.000 Hektar Zona Industri Subang Nyaris Habis

Kompas.com - 10/07/2015, 01:05 WIB
Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMORuas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Beroperasinya Ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menstimulasi percepatan pembangunan kawasan industri. Di Kabupaten Subang, contohnya. Sebagai salah satu dari empat wilayah yang dilintasi Tol Cipali, Kabupaten Subang mengalami perkembangan sektor industri yang sangat pesat.

"Sejak dibangunnya Tol Cipali, perkembangan sektor industri besar sekali. Sebelumnya, Kabupaten Subang menyediakan 10.000 hektar zona industri, dan sudah mau habis," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Abdurakhman, usai pertemuan dengan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hermanto Dardak, Kamis (9/7/2015).

Selain industri, dampak positif juga terjadi pada sektor pariwisata. Menurut Abdurakhman, saat ini kunjungan wisatawan ke obyek wisata Sari Ater, meningkat tajam. Guna mendukung peningkatan pengembangan industri dan sektor pariwisata sebagai penopang ekonomi, Pemerintah Kabupaten Subang membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat dalam peningkatan infrastruktur penunjang yang saat ini masih kurang memadai.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPIW Hermanto Dardak mengatakan, saat ini BPIW mengembangkan 35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) di Indonesia Salah satunya adalah WPS Jakarta-Cirebon yang yang termasuk di dalamnya adalah Kabupaten Subang.

“Subang sebagai salah satu pusat pelayanan jasa, mencakup Kecamatan Kalijati yang memiliki kawasan industri dengan pertumbuhan pesat diharapkan akan semakin efektif melalui infrastruktur PUPR yang ke depannya bisa kita rancang untuk betul-betul berkembang sesuai dengan peluang yang ada,” tutur Hermanto.

Untuk itu, dibutuhkan koordinasi dan komitmen bersama antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten serta pihak swasta dalam melaksanakan perannya masing-masing selama jangka waktu tertentu.

Hermanto mencontohkan, Kabupaten Bekasi, yang memegang komitmen dan menjalankan perannya secara maksimal. Sehingga Kabupaten Bekasi sekarang dikenal sebagai kawasan industri dengan pertumbuhan harga tinggi.

“Kalau model-model seperti itu bisa kita bina untuk Kabupaten Subang, dan diarahkan ke depan agar dapat bersinergi dengan Kementerian PUPR. karena BPIW juga mengikat diri dengan sektor lain seperti Kementerian Perindustrian, Perhubungan dan lain-lain,” tambah Hermanto.

Sesuai dinamika pasar

Untuk diketahui, di daerah sepanjang Ruas Jalan Tol Cipali saat ini berkembang kawasan-kawasan industri serta rencana kota baru Aero City yang berada di kawasan pengembangan Bandara International Kalijati.

“Inilah yang harus kita rancang sedemikain rupa sehingga penggunaan lahan (land use) kawasan-kawasan tadi sesuai dengan infrastruktur yang ada, dengan keterpaduan, memadukan antara pasar dengan pembangunan wilayah jangka panjang," tandas Hermanto.

Lebih jauh Hermanto menuturkan, Jakarta sebagai metropolitan sebelumnya mengalami pergerakan pertumbuhan ke Selatan, namun dengan adanya jalan ekspress Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan JORR 2, konteks kepadatan untuk bisnis dan perumahan bergerak ke Timur dan Barat Jakarta.

Salah satu yang menonjol adalah Km 29 di Ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek yang dilengkapi akses ke kawasan industri, dryport, dan akan dibangun akses kereta api menuju pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu juga rencana pembangunan kanal Cikarang Bekasi–Laut (CBL) yang saat ini sedang tahap desain.

“Ini model keterpaduan tempat produksi yang mempunyai nilai tambah, yang menstimulasi lapangan kerja sekaligus mendorong meningkatnya pendapatan masyarakat di kawasan industri,” tutup Hermanto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X