Jelang Mudik, Kementerian PUPR Dirikan Posko di Seluruh Indonesia

Kompas.com - 30/06/2015, 00:06 WIB
Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMORuas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2015, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendirikan posko di seluruh Indonesia.

Posko-posko ini bertugas untuk memantau dan menangani secara darurat kerusakan jalan dan jembatan pada ruas-ruas jalan yang dikelola satuan-satuan kerja di berbagai daerah. Ada pun pelaksanaan piket di posko mulai H-30 hingga H+10 yang berlangsung selama 24 jam.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Velix Wanggai menjelaskan kementerian ingin memastikan jaringan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dari Aceh hingga Papua beserta satuan kerjanya bekerja penuh (full time) memantau jalan dan jembatan di jalur-jalur utama.

"Mereka juga harus siap memperbaiki kerusakan yang terjadi selama arus mudik dan arus balik," tutur Velix dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (29/6/2015).

Kementerian PUPR, lanjut Velix, telah memetakan potensi titik-titik kemacetan, daerah rawan longsor dan banjir serta melengkapinya dengan alat perawaran rutin seperti dump truck, bacho loader, tandem roller, grader, backhoe, maupun excavator.

Di ruas jalan pantai Utara mulai dari Karawang hingga Cirebon, didirikan posko 24 jam dengan dukungan peralatan rutin di titik belakang gerbang Tol Cikampek, Pamanukan, Sewo, Lohbener, Karangampel, Jatibarang, Palimanan, dan Cirebon.

Sedangkan di Jawa Tengah didirikan 23 Posko yang tersebar di berbagai ruas jalan di lintas Utara, lintas Tengah, lintas Selatan serta koridor yang menghubungkan akses Selatan-Tengah-Utara.

Sementara posko di luar Pulau Jawa tersebar di akses jalan utama dan alternatif di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan kepulauan Timur.

Seperti dikutip Velix, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan agar petugas sigap memantau titik-titik tertentu rawan longsor, banjir dan pasar tumpah serta. Mereka harus segera mengambil tindakan menangani kendala lalu lintas yang terkait keselamatan dan keamanan pengguna jalan yang diakibatkan kerusakan jalan dan jembatan.

Demikian pula Tim Posko di Jakarta, harus aktif memastikan berbagai BUMN, operator jalan tol dan pihak swasta untuk mempercepat penyelesaian berbagai sarana kelengkapan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan, termasuk percepatan akses lewat Tol Pejagan-Pemalang yang difungsikan dengan konstruksi lapis Agregat B.

Dalam skala waktu pertengahan tahun, berbagai proyek fisik seperti ruas jalan nasional dan daerah sedang ditangani. Jelang H-14 pekerjaan fisik di lapangan diharapkan selesai.

"Kalaupun masih ada pekeerjaan yang belum rampung, akan dihentikan sementara dengan pemasangan tanda peringatan di segmen jalan tertentu," tutup Velix.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X