Dek Observatorium One WTC Dibuka Gratis Bagi Korban 11/9

Kompas.com - 03/06/2015, 02:20 WIB
Observatorium One World Trade Center resmi dibuka untuk umum pada Jumat silam. cnet.comObservatorium One World Trade Center resmi dibuka untuk umum pada Jumat silam.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Observatorium One World Trade Center resmi dibuka untuk umum pada Jumat, (29/5/2015). Pengunjung bisa mendapatkan pemandangan kota dan sekitarnya dari ketinggian 1.250 kaki atau 381 meter dengan garis pemandangan yang terbentang hingga 50 mil atau 80 kilometer.

Dengan jarak tersebut, pengunjung bisa menikmati panorama dan bangunan-bangunan ikonik mulai dari Patung Liberty hingga Samudera Atlantis.

Observatorium ada tiga lantai yaitu pada lantai ke-100, 101, dan 102 di dalam gedung yang memiliki total ketinggian 1.776 kaki atau 542 meter. Ruang observatorium utama yang dibuka untuk publik adalah di lantai 100, sementara lantai 101 untuk restoran, dan lantai 102 khusus untuk acara ataupun kegiatan.

Untuk mencapai lantai observatorium tersebut, terdapat satu lift khusus. Sedangkan total lift di dalamnya ada lima unit. Melalui lift yang dinamakan "skypods" ini, pengunjung bisa mencapai lantai observatorium dalam waktu 60 detik.

Bersamaan dengan pemandangan spektakuler, pengunjung juga dimanjakan pemutaran video bertajuk "Voices" tentang siapa pendiri One WTC. Selain video, terdapat pula virtual time lapse yang menggambarkan pembangunan cakrawala New York, mulai dari era 1600-an hingga hari ini.

Tiket yang disediakan seharga 32 dollar AS (Rp 423.000) untuk orang dewasa, 26 dollar AS (Rp 343.000) untuk anak-anak, dan 30 dollar AS (Rp 396.000) untuk lansia. One WTC menyediakan tiket masuk gratis bagi anggota keluarga atau sanak saudara yang menjadi korban pada insiden 11 September 2001.

Tiket gratis ini juga diberikan kepada para pekerja atau relawan yang bekerja dalam misi penyelamatan saat insiden terjadi. Pihak One WTC menargetkan, dalam setahun, pengunjung yang datang bisa mencapai 3 juta-4 juta orang.

Dengan pintu masuk dari semua sisi bangunan, One WTC telah dirancang untuk mengintegrasikan lalu lintas secara mulus bagi pengunjung dan penyewa kantor. Basis kubiknya memiliki jejak identik dengan gedung aslinya, yaitu Twin Towers. Permukaan dasar One WTC dibalut lebih dari 2.000 buah kaca prisma berkilauan.

Menara ini memiliki 69 lantai di mana permukaan ujungnya miring untuk membentuk kembali 8 segitiga sama kaki yang kemudian membentuk sebuah segi delapan yang sempurna di pusat. Segitiga ini berujung di dalam tembok kaca pembatas persegi yang terletak di puncaknya, dan membentuk kristal yang menciptakan efek dinamis, seperti pembiasan cahaya pada kaleidoskop. Pembiasan cahaya ini berubah sepanjang hari tergantung sinar matahari.

One WTC sendiri sudah mulai beroperasi pada Oktober 2014. Gedung ini digarap oleh David Childs, sebagai arsitek utama. One WTC menyediakan ruang kantor dengan harga sewa 3 juta dollar AS (Rp 39,6 miliar) per kaki persegi.

Hingga saat ini penyewa terkenal yang sudah menghuninya antara lain China Center, Conde Nast, Cushman & Wakefield, Kids, dan Servcorp.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ABCNews
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X