"Booming" Hotel di Indonesia Terjadi Kurun 2015-2018

Kompas.com - 08/02/2015, 20:00 WIB
Shutterstock ILUSTRASI - Kamar hotel
KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk mengembangkan lebih dari 560 destinasi wisata baru di 19 provinsi Indonesia, disambut antusias pelaku bisnis dan industri perhotelan. Pembangunan hotel semakin intensif terjadi pada 2015-2018 di Jakarta dan Bali sebagai wilayah acuan (benchmark).

Menurut riset TOPHOTELPROJECTS, penyedia data perhotelan global, pulihnya industri pariwisata, khususnya di Bali, mampu menggenjot pertumbuhan sektor perhotelan lebih intensif. Terbukti, investasi baru akan terjadi tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Di antaranya, Mandarin Oriental yang berinvestasi pada sebuah resor mewah di Bali dengan 24 kamar dan 97 vila, masing-masing unit dilengkapi kolam renang pribadi. Rencananya, di hotel mewah ini  akan dibangun spa, kolam renang ukuran olimpiade, dan terapi air panas dan dingin eksklusif.

"Pembukaan Mandarin Oriental Bali akan dilaksanakan pada tahun 2016 mendatang," tulis TOPHOTELPROJECT.

Selain Mandarin Oriental, kelompok bisnis hotel lainnya yakni InterContinental Hotels Group (IHG) juga akan menancapkan pengaruhnya di Pulau Dewata. Mereka akan mengoperasikan hotel Holiday Inn Express sebanyak 115 kamar yang berlokasi di dekat Bandara International Ngurah Rai.

Holiday Inn Express tersebut merupakan hotel keenam IHG dengan mereka yang sama yang beroperasi di Bali.

Sementara Raffles Hotels akan membuka properti perdananya di Indonesia, Raffles Jakarta, pada 1 Maret 2015. Raffles Jakarta dikembangkan sebanyak 173 kamar dan suites, memadukan estetika Indonesia yang elegan, tingkat kenyamanan tertinggi, teknologi mutakhir untuk pemesanan kamar dan layanan butler dengan skema opsional.

Raffles Jakarta merupakan bagian dari pengembangan superblok Ciputra World 1 Jakarta. Selain Raffles Jakarta, terdapat Raffles Residences Jakarta sebanyak 88 unit, My Home Apartments (136 unit), Ascott Serviced Apartment (185 unit), pusat belanja Lotte Shopping Avenue seluas 130.000 meter persegi, gedung perkantoran DBS Tower setinggi 40 lantai, dan Ciputra Artpreneur Centre.

Kehadiran Raffles Jakarta menyusul Fairmont Jakarta yang sudah lebih dulu beroperasi pada Rabu (21/1/2015). Fairmont Jakarta berisi 380 kamar khusus dan 108 suites. Selain itu, hotel ini memiliki ruang serbaguna seluas 3.500 meter persegi dan ballroom seluas 1.200 meter persegi.

Hotel yang menempati lahan seluas tiga hektar di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, tersebut  merupakan tahapan terakhir dari superblok Senayan Square yang telah dirintis sejak 1993.

Menurut riset JLL, hingga tahun 2016 mendatang, Jakarta menambah koleksi pasokan hotel baru. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 11.224 kamar dari 50 hotel yang kini sedang dalam tahap konstruksi.

Sedangkan Bali akan menambah 15.300 kamar hotel baru dalam kurun 2015 hingga 2018 mendatang. Sebanyak 41 persen di antaranya merupakan hotel kelas menengah, 26 persen hotel ekonomi, 17 hotel kelas mewah, dan 16 persen hotel kelas atas.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorHilda B Alexander
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X