Indonesia, Malaysia, dan Thailand Bersaing Menjadi "Tertinggi"

Kompas.com - 04/01/2015, 15:19 WIB
Menara KL118, Kuala Lumpur, Malaysia. CTBUHMenara KL118, Kuala Lumpur, Malaysia.
|
EditorHilda B Alexander

Pada saat yang sama, Indonesia hanya mampu membangun apartemen Taman Anggrek 151 meter. Berbeda dengan Thailand yang sempat membangun tiga gedung dengan ketinggian 151 meter-167 meter.

Kini, lebih dari satu dekade berlalu, ketiga negara tersebut terus berpacu merealisasikan ambisi membangun ikon-ikon negara yang sekaligus dianggap sebagai representasi tempat yang tepat untuk investasi.

Dalam statistik CTBUH Indonesia punya 65 pencakar langit dengan ketinggian 150 meter ke atas. Sebelas di antaranya masih dalam tahap pembangunan, dengan dua gedung sudah tutup atap.  Termasuk di antara sebelas gedung itu adalah supertall  Cemindo Tower yang mendongak 304 lantai.

Sedangkan Malaysia mengoleksi 62 gedung dengan ketinggian 150 meter ke atas. Tiga belas gedung di antaranya dalam tahap konstruksi dengan satu gedung mencapai tahap tutup atap yakni Ilham Baru Tower setinggi 298 meter.

Thailand cukup puas dengan memiliki 60 gedung di atas 150 meter, dengan satu gedung dalam tahap pembangunan yakni M Silom setinggi 198 meter.

Menurut Editor CTBUH, Daniel Safarik, jika dilihat dari ketinggian gedung dengan kategori supertall eksisting, Malaysia unggul sebanyak tiga gedung yakni si kembar Petronas Tower dan Menara Telekom. Disusul Thailand dengan satu gedung Baiyoke Tower II.

"Ada pun supertall yang masih dalam tahap konstruksi, Indonesia berada di urutan atas dengan tiga gedung, Malaysia dua gedung, dan Thailand satu gedung," ungkap Daniel dalam penjelasannya melalui surel yang dikirim kepada Kompas.com, Jumat (19/12/2014).

Daniel melanjutkan, dengan statistik demikian, dapat disimpulkan bahwa pasar Indonesia lebih dinamis dan tumbuh sehingga memungkinkan dibangunnya pencakar-pencakar langit baru. Berbeda kondisinya dengan pasar Thailand yang saat ini justru lebih lambat dibanding Indonesia, dan Malaysia.

"Proposed project"

Selain gedung eksisting dan dalam tahap konstruksi, CTBUH juga mencatat proyek-proyek proposal di ketiga negara ini. Malaysia tampil sebagai negara dengan proyek proposal terbanyak yakni lima proyek.

Indonesia mengekor di tempat kedua dengan empat proyek. Dua di antaranya megatall (ketinggian di atas 500 meter)yakni Signature Tower Jakarta setinggi 638 meter dan Pertamina Energy Tower (523 meter). Dua lainnya merupakan supertall yakni Peruri 88 (389 meter), dan Arthaloka Square (360 meter). 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X