Kompas.com - 25/12/2014, 14:19 WIB
Pusat kota Pekanbaru, Riau. HBA/KOMPAS.comPusat kota Pekanbaru, Riau.
|
EditorHilda B Alexander
PEKANBARU, KOMPAS.com - "Pekanbaru bersih dan tidak macet. Dalam dua tahun terakhir ada banyak pengembangan hotel dan tempat makan. Kota ini surga bagi para pelancong (traveller)".

Adi Setiawan, wiraswasta, yang sudah enam tahun tinggal di Pekanbaru, Riau, mengutarakan pendapatnya terkait perkembangan kota di bumi Lancang Kuning tersebut kepada Kompas.com, Selasa (23/12/2014).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama enam tahun itu pula, Adi merasakan dan menyaksikan transformasi signifikan yang terjadi di kota dengan populasi hampir 1 juta jiwa itu. Taman dengan pepohonan rindang yang hijau dan asri, jalan-jalan kota yang lapang dengan kondisi memadai dan kualitas tinggi, serta bersih, mudah ditemui di setiap relung kota.

HBA/KOMPAS.com Kondisi pusat kota Pekanbaru yang bersih dengan jalan lapang dan dirimbuni pepohonan.
"Kondisi sekarang sangat jauh berbeda ketika saya menginjakkan kaki pertama kali pada 2008 silam. Keterjangkauan kota ini juga memudahkan pendatang karena setiap destinasi terhubung dengan transportasi publik, yakni Trans Metro Pekanbaru yang bisa diakses dengan mudah," ujar Adi.

Selain kondisi infrastruktur, Adi juga menyoroti kelengkapan ekologis kota termasuk tersedianya fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas olahraga dan fasilitas hiburan. Fasilitas pendidikan tak hanya berupa sekolah terpadu hingga jenjang tertinggi, melainkan perpustakaan Soeman HS.

Perpustakaan yang berada di pusat kota tersebut, bukan sembarang, melainkan dirancang dengan langgam arsitektural kelas tinggi. "Fasad bangunannya bagus, seperti buku terbuka sehingga mengundang orang untuk "membaca", dan berdecak kagum," imbuh Adi.

HBA/KOMPAS.com Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru, Riau.
Perpustakaan Soeman HS dilengkapi auditorium, bilik budaya Melayu, atrium, ruang pertemuan, musholla, kafe, kantin dan sudut energi. Seluruh intra fasilitas tersebut terkoneksi dengan jaringan internet nirkabel.

Tak hanya itu, kata Adi, kota Pekanbaru juga tengah giat mengerjakan berbagai pembangunan infrastruktur baik jalan, bandar udara, jembatan hingga perbaikan drainase dilakukan. Hal ini menstimulasi arus invetasi yang kian deras mengalir.

Dalam catatan Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Pekanbaru, per November 2014 saja, nilai realisasi investasi yang sudah masuk mencapai Rp 4,09 triliun. Naik signifikan jika dikomparasikan dengan pencapaian tahun lalu yang hanya sebesar Rp 1,5 triliun.

HBA/KOMPAS.com Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau.
Sebagian besar investasi tersebut, masuk ke sektor properti, di antaranya pusat belanja, pasar modern, hotel, rumah sakit, dan fasilitas hiburan. Peningkatan investasi ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menjadikan ibu kota Provinsi Riau ini sebagai pusat perdagangan dan jasa utama di pantai timur Sumatra pada 2020 mendatang.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.