Kompas.com - 03/11/2014, 11:16 WIB
Kaki langit Mumbai, India. worldpropertychannel.comKaki langit Mumbai, India.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - India melonggarkan aturan investasi asing untuk sektor konstruksi. Pembebasan aturan ketat ini diharapkan dapat memberikan dorongan besar bagi pengembangan properti di negara ini.

Pemerintah mengurangi syarat investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) untuk sektor konstruksi senilai 5 juta dollar AS atau setara Rp 60,4 miliar dari sebelumnya 10 juta dollar AS (Rp 120,8 miliar).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, mereka juga akan menyetujui syarat minimum area yang dikembangkan menjadi hanya 20.000 meter persegi dari sebelumnya 50.000 meter persegi.

Pelonggaran regulasi FDI ini merupakan sebuah upaya menstimulasi pertumbuhan properti yang selama ini mengalami defisit pendanaan.

Mitra dan Kepala Properti-Konstruksi KPMG India, Neeraj Bansal, mengatakan, dalam waktu dekat, kebijakan baru untuk mendukung sektor perumahan dan proyek perkantoran komersial di kota-kota metro seperti Delhi dan Mumbai, akan segera direalisasikan.

"Ukuran proyek umumnya kecil, namun membutuhkan investasi besar, karena bidang tanah mahal dan biaya konstruksi yang tinggi.Semoga dengan aturan baru ini, banyak dana yang masuk," ujar Bansal.
 
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah India menjamin bahwa perubahan aturan tersebut dapat menghasilkan lebih banyak dana yang masuk ke dalam industri properti dan konstruksi, melalui pembangunan perumahan yang terjangkau dan pengembangan kota-kota pintar.
 
Tentu saja keputusan tersebut disambut antusias pelaku bisnis dan industri konstruksi.

"Keputusan pemerintah untuk melonggarkan batasan FDI sangat menggembirakan karena akan mengurangi biaya dana untuk pembangun secara signifikan dan akan diterjemahkan ke dalam harga yang lebih rendah untuk konsumen akhir," kata Nimesh Bhandari, Kepala Eksekutif  RealtyCompass com, sebuah portal properti India.

Bhandari menambahkan, aturan baru itu juga berarti kontraktor harus mematuhi norma-norma internasional. Mereka akan dipaksa untuk lebih transparan dalam cara mereka beroperasi. Jadi secara keseluruhan sektor ini akan menjadi lebih bersih, efisien dan ramah konsumen.
 
Hal senada dikatakan Direktur Puranik Builders, Shailesh Puranik

Shailesh Puranik
, mengatakan keputusan tersebut datang pada saat sektor ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang baik dari stagnasi.
 
Sebelumnya, India juga mengizinkan investasi asing langsung 100 persen dalam pembangunan pada tahun 2005. Termasuk pengembangan properti perumahan dan komersial, kota-kota, lembaga pendidikan dan fasilitas hiburan.

Meski disambut suka cita, namun aturan baru ini tetap saja dikritisi. Menurut Direktur Pengelola Knight Frank, Shishir Baijal,  secara keseluruhan ini adalah langkah positif dan hanya mencerminkan niat pemerintah menghidupkan kembali sektor ini.

"Namun, kita perlu memahami bahwa FDI tidak akan mulai mengalir dalam 24 jam berikutnya. Kami perkirakan lain 8 sampai 12 bulan pasca keputusan untuk berbuah," ujar dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.