Kompas.com - 15/09/2014, 12:23 WIB
Korea Selatan tampil sebagai salah satu raksasa properti Asia. Nilai investasinya mencapai hampir Rp 50 triliun yang tersebar di seluruh dunia. www.skyscrapercity.comKorea Selatan tampil sebagai salah satu raksasa properti Asia. Nilai investasinya mencapai hampir Rp 50 triliun yang tersebar di seluruh dunia.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Seoul mulai diperhitungkan sebagai pusat ekonomi dan keuangan baru di kawasan Asia Pasifik. Kota metropolitan paling ramai di Korea Selatan ini, punya semua modal untuk menjadi hub baru, yakni warisan tradisi yang kaya, lanskap yang indah dan infrastruktur modern.

Terlebih sebelum dan saat Asian Games Incheon 2014 dan jelang Olimpiade Peongcheon 2018. Hal ini ditandai dengan melonjaknya kebutuhan hotel yang didorong meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan internasional.

Sebelum dua perhelatan akbar tersebut, jumlah kedatangan wisatawan asing terus meningkat sejak 2003 silam. Ini terjadi karena inisiatif pemerintah untuk meningkatkan industri pariwisata. Pada 2012, kedatangan pengunjung internasional tercatat sebesar 11,1 juta orang, di atas target 10 juta wisatawan.

Setahun kemudian, jumlah kunjungan meningkat 9,3 persen menjadi 12,2 juta yang didorong gelombang wisatawan asal Tiongkok daratan. Melonjaknya jumlah kunjungan tersebut mendongkrak permintaan hotel.

Tak pelak, Seoul pun mulai marak membangun hotel. Pasalnya, pasokan yang ada sangat terbatas. Menurut Departemen Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea (KMCST), sekitar 50 proyek hotel baru akan dibangun hingga 2017 mendatang. Kelimapuluh hotel tersebut berpotensi menghasilkan 22.300 kamar tambahan.

Riset JLL Asia Pasifik menyebutkan, kinerja perhotelan Seoul secara tahunan terus menunjukkan peningkatan. Namun, pendapatan per kamar tersedia atau revenue per available room (RevPAR) justru menurun sebanyak 10 persen pada tahun lalu.

"Penurunan tersebut terkait bertambahnya pasokan kamar hotel baru, penurunan pengunjung Jepang serta meningkatnya turis murah meriah asal Tiongkok daratan. Harga yang lebih agresif diharapkan akan terjadi dalam jangka pendek karena peningkatan jumlah hotel baru," tulis JLL.

Keyakinan tersebut didasarkan pada potensi melonjaknya jumlah kunjungan tamu sebelum dan selama Asian Games Incheon 2014 dan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang tahun 2018 mendatang.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.