Kompas.com - 20/08/2014, 08:22 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Indonesia harus mewaspadai Filipina. Kendati sama-sama menunjukkan pertumbuhan ekonomi positif, namun negeri 7.000 pulau tersebut dianggap lebih prospektif. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi mencapai rerata di atas 6 persen yang memicu gelombang investasi besar-besaran.

Filipina juga merupakan negara yang diincar banyak investor properti. Pembangunan proyek apartemen, hotel, perkantoran, dan pusat belanja terjadi di setiap jengkal lahan. Tidak hanya terjadi di kota-kota utama, melainkan juga kota sekunder.

Bahkan di kota terbesar kedua Pulau Panay, Iloilo yang dulunya dianggap kampung, kini lebih gemerlap dan modern. Ini tak lepas dari gelombang investasi senilai 150 peso atau setara Rp 40 triliun di berbagai sektor infrastruktur, utilitas, manufaktur dan properti.

Iloilo, merupakan pusat transformasi provinsi terbesar di Filipina sejak kemerdekaan pada 1945 seiring upaya Presiden Benigno Aquino membatasi migrasi urban ke Manila dan luar negeri. Kota ini bersolek dengan membangun bandara baru, pelabuhan, dan proyek-proyek properti yang memicu tumbuhnya ekonomi.

Perusahaan sekaliber STARTEK Inc yang berbasis di Colorado, Amerika Serikat, dan jaringan hotel internasional Marriott International Inc, melakukan ekspansi di kota ini.

"Pemerintah telah bekerja keras untuk mengembangkan kota-kota sekunder, mengakui mereka sebagai pusat penting dari pertumbuhan ekonomi. Banyak yang dengan cepat menjadi pusat wisata dan pusat-pusat perdagangan, jasa dan industri," kata spesialis pembangunan perkotaan Bank Pembangunan Asia di ManilaAlexandra Vogl.

Walhasil, Iloilo yang berjarak satu jam penerbangan dari Manila, berubah menjadi kota gemerlap dengan berbagai tawaran gaya hidup metropolitan. Stigma kumuh seperti jeepney, sepeda motor, gerobak, pedagang asongan, gereja tua, gang-gang sempit, telah pudar.

Iloilo dipenuhi bangunan pencakar langit yang mencolok mata. Sebut saja proyek superblok One Madison Place yang dikembangkan Megaworld Corp senilai 800 juta dollar AS (Rp 9,3 triliun) yang di dalamnya terdapat taman perkantoran, hotel Marriott dan Lafayette Park Square.

Tak jauh dari proyek itu, terdapat proyek rumah sakit, toko, hotel dan rumah yang dibangun Ayala Land Inc di Atria Park District. Menyusul SM Prime Holdings Inc dan Robinsons Land Corp yang akan membuka mal pertama mereka di provinsi utara Cagayan Valley, tahun ini.

"Dibutuhkan banyak perencanaan dan visi untuk mengubah Iloilo menjadi seperti sekarang ini. Kami membangun jalan dan jembatan, dan investasi besar mulai datang," kata Walikota Jed Patrick Mabilog.

Infrastruktur

Tahun ini, Iloilo menyelesaikan 14 kilometer jalan baru dan memperluas jalan raya sepanjang 16 kilometer menuju bandara. Sebuah pusat konvensi 3.700 orang sedang dibangun untuk pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik yang akan diadakan tahun depan.

"Manfaat dari pertumbuhan ekonomi di luar Manila. Pemerintah pusat adalah melakukan hal yang benar. Mengambil langkah pertama dengan melakukan investasi di bidang infrastruktur seperti jalan dan bandara," kata ekonom Credit Suisse Group AG, Michael Wan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.