Kompas.com - 04/08/2014, 17:28 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kebutuhan apartemen di kawasan pinggiran Jakarta saat ini sudah mencapai tahap kebutuhan riil (real demand), bukan lagi sekadar instrumen investasi seperti yang terjadi lima atau tiga tahun lalu.

Keterbatasan lahan kosong dengan harga selangit, kondisi lalu lintas yang semakin macet, dan jumlah populasi yang kian meningkat seiring urbanisasi merupakan faktor utama pendorong terbentuknya real demand di kawasan-kawasan macam Serpong, Bintaro, Bekasi, dan Depok.

Chief Marketing Officer Lippohomes, Jopy Rusli, mengutarakan hal tersebut kepada Kompas.com, Senin (4/8/2014).

"Banyak masyarakat yang belum memiliki hunian. Sementara hunian yang ditawarkan, terutama rumah tapak, harganya sudah sangat tinggi dan tidak mampu diserap oleh masyarakat berpendapatan menengah. Apartemen yang ditawarkan seharga Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi, pun kemudian banyak diburu kelas menengah tersebut," papar Jopy.

Jadi, lanjut dia, walaupun di kawasan lapis kedua masih terdapat pasokan landed residential, namun karena harganya selangit, apartemen menjadi opsi terbaik. Selain itu, hunian jangkung juga sudah merupakan kebutuhan yang mendesak.

"Kebutuhan mendesak terkait tata ruang kota, keharusan mengembangkan ruang terbuka hijau, dan juga urusan kepraktisan, kenyamanan, dan keamanan," tandas Jopy.

Dia menambahkan, apartemen di kawasan pinggiran yang diincar konsumen adalah yang menyatu dengan pengembangan properti lainnya (integrated development). Dilengkapi pusat belanja, klinik atau rumah sakit, dan fasilitas akomodasi lainnya.

Catatan terbaru Embarcadero Park yang dikembangkan Lippohomes memperkuat pernyataan Jopy. Seluruh 366 unit menara pertama yang dipasarkan, terjual habis. Oleh karena itu, Lippohomes berencana untuk memasarkan menara kedua pada kuartal III tahun ini.

""Kami akan mematok harga lebih tinggi dari itu. Saat ini sedang dikaji potensi harga yang dapat diterima pasar. Targetnya kuartal ketiga tahun ini akan kami lansir," imbuhnya.

Kinerja penjualan positif juga dibukukan Merdeka Ronov Indonesia. Proyek mereka yang bertajuk Tuscany Residence di dalam kawasan pengembangan Intermark, sudah terjual 85 persen dengan harga mulai Rp 490 juta hingga Rp 900 juta, berukuran 22 meter persegi dan 58 meter persegi. Sedangkan untuk executive suites dibanderol antara Rp 1 miliar–Rp 2,8 miliar per unit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.