Kompas.com - 08/07/2014, 09:03 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2050, Jakarta diprediksi bakal tenggelam. Air laut akan menerobos masuk dan sampai pusat kota jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat tidak melakukan apa pun untuk mencegahnya.

Kepala Sub Direktorat Perkotaan Ditjen Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Eko Budi Kurniawan mengungkapkan hal tersebut dalam diskusi "Pengembangan Lahan untuk Pembangunan Jakarta", Senin (7/7/2014).

"Pada 2050, kalau terjadi kebocoran, air laut sampai tengah kota. Bayangkan berapa kerugiannya. Kami memprediksi kerugiannya akan mencapai 200 miliar dollar AS (Rp 2.361 triliun). Itu belum termasuk 1,5 juta lapangan kerja yang hilang, dan masyarakat yang harus pindah. Itu masalah yang sangat besar jika tidak ditangani," papar Eko.

Menurut dia, ketinggian air laut tiap tahun meningkat. Di sisi lain, permukaan tanah amblas lebih cepat dari ketinggian air.

"Penurunan tanah pertahun tergantung lokasi, paling tinggi, yang diukur, sekitar 14 cm sampai 14,5 cm pertahun. Tapi, Ada lokasi lain yang mengalami penurunan lebih dalam. Kalau dipukul rata, penurunan terjadi sedalam 7,5 cm per tahun. Di Pluit termasuk paling cepat," ungkap Eko.

Namun, Eko berharap hal itu tidak akan terjadi. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta sudah mulai mengantisipasinya dengan perencanaan Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Pembangunan NCICD dilakukan dalam tiga tahp. Tahap A merupakan penghentian pengambilan air tanah untuk menghentikan penurunan tanah. Tahap ini juga berisi percepatan sanitasi air sungai dan kanal, serta perkuatan dinding laut.

Tahap B berisi pembangunan Outer Sea Wall yang terpadu dengan lahan hasil reklamasi. Tahap C adalah penutupan laguna timur di sebelah Kabupaten Bekasi. Tahap ini, menurut rencana, akan dilakukan secara paralel dengan perluasan pelabuhan Tanjung Priok.

Sayangnya, program NCICD sejauh ini masih menunggu pembicaraan antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Melihat pembangunan lahan reklamasi yang berjalan lebih cepat, Eko memastikan reklamasi memang akan berjalan lebih dulu.

"Kalau ini, kelihatannya pulau sudah lebih maju. Sudah ada dua pulau yang dibangun. Sepertinya ini (reklamasi) dulu. Sebetulnya sistemnya terintegrasi, tapi menunggu pembicaraan antara pemerintah pusat dengan DKI," ujarnya.

Menurut Eko, langkah yang paling nyata sejauh ini adalah proses peninggian dinding laut di Pluit. Sebagian proses tersebut akan dilakukan oleh Kementerian PU, sementara sebagian lagi akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Itu yang sekarang mau kita tinggikan. Itu di Pluit, ada Waduk Pluit. Kalau ditinggikan, pasti air tidak akan sampai pusat kota. Bentuknya juga tidak seperti wall, lebih seperti piramid. Bisa untuk jalan, tergantung desainnya. Desainnya sudah ada, tergantung lokasinya," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hal yang Harus Dibersihkan Sebelum Memasuki Perayaan Natal

5 Hal yang Harus Dibersihkan Sebelum Memasuki Perayaan Natal

Tips
Jelang Libur Natal, Ini Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalan Nasional Sulsel

Jelang Libur Natal, Ini Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalan Nasional Sulsel

Berita
Nilai Konstruksi Perumahan Diprediksi Rp 54 Triliun pada 2023, Terbanyak Rumah Tapak

Nilai Konstruksi Perumahan Diprediksi Rp 54 Triliun pada 2023, Terbanyak Rumah Tapak

Hunian
[POPULER PROPERTI] Tol Kuala Tanjung-Parapat Bakal Jadi 'Scenic Tollroad'

[POPULER PROPERTI] Tol Kuala Tanjung-Parapat Bakal Jadi "Scenic Tollroad"

Berita
4 Seksi Tol Kuala Tanjung-Parapat Beroperasi, LHR Ditargetkan Capai 18.000 Kendaraan

4 Seksi Tol Kuala Tanjung-Parapat Beroperasi, LHR Ditargetkan Capai 18.000 Kendaraan

Berita
4 KEK Buka Peluang Jadi Tempat Pendirian Kampus Cabang Asal Inggris

4 KEK Buka Peluang Jadi Tempat Pendirian Kampus Cabang Asal Inggris

Kawasan Terpadu
Akhir Pekan Habiskan Waktu di Museum Transportasi TMII, Ada Apa Saja?

Akhir Pekan Habiskan Waktu di Museum Transportasi TMII, Ada Apa Saja?

Fasilitas
Jasa Marga Dominasi Penghargaan Jalan Tol Terbaik di Indonesia

Jasa Marga Dominasi Penghargaan Jalan Tol Terbaik di Indonesia

Berita
Catat, Ini Titik Rest Area Sementara Tol Pertama di Bumi Serambi Mekkah

Catat, Ini Titik Rest Area Sementara Tol Pertama di Bumi Serambi Mekkah

Berita
Sektor Properti Bangkit Tahun 2023, Ditopang Penjualan Rumah Tapak

Sektor Properti Bangkit Tahun 2023, Ditopang Penjualan Rumah Tapak

Berita
Pemerintah Diminta Adil Beri Subsidi Kendaraan Listrik dan Angkutan Umum

Pemerintah Diminta Adil Beri Subsidi Kendaraan Listrik dan Angkutan Umum

Berita
Banjir Aceh Tamiang Bikin Penyelesaian Seksi Terakhir Tol Sibanceh Terhambat

Banjir Aceh Tamiang Bikin Penyelesaian Seksi Terakhir Tol Sibanceh Terhambat

Berita
Sudah Siapkah Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik?

Sudah Siapkah Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik?

Berita
Berpanorama Danau Toba, Tol Kuala Tanjung-Parapat Bakal Jadi 'Scenic Tollroad'

Berpanorama Danau Toba, Tol Kuala Tanjung-Parapat Bakal Jadi "Scenic Tollroad"

Berita
Rest Area Bakal Dibangun Usai Penyelesaian Konstruksi Tol Sibanceh

Rest Area Bakal Dibangun Usai Penyelesaian Konstruksi Tol Sibanceh

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.