Beijing Targetkan Bebas Polusi 2030

Kompas.com - 02/07/2014, 12:55 WIB
Sejumlah kendaraan terlihat di jalan dekat Taman Jingshan di tengah kabut tebal di pusat kota Beijing ReutersSejumlah kendaraan terlihat di jalan dekat Taman Jingshan di tengah kabut tebal di pusat kota Beijing
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Pemerintah kota Beijing, Tiongkok, menargetkan udara berkualitas dan bebas polusi pada 2030 mendatang. Meski bukan target yang mudah diwujudkan, namun mereka optimistis hal itu bisa tercapai.

Saat ini, menurut Biro Perlindungan Lingkungan Beijing, konsentrasi PM2.5 atau polutan partikulat udara kota Beijing masih berada pada angka 89,5 mikrogram per meter kubik. Jumlah tersebut dua setengah kali di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

WHO menetapkan standard intensitas konsentrasi PM2,5 harus tidak lebih dari 35 mikrogram per meter per kubik.

Kepala Biro Perlindungan Lingkungan Beijing, Pan Tao, memastikan, bahwa kualitas udara kota Beijing akan terus ditingkatkan melalui pengurangan emisi dan upaya-upaya komprehensif lainnya.

"Untuk memastikan bahwa warga Beijing dapat menikmati udara bersih secara bertahap mulai 2017, pemerintah di daerah telah memberlakukan denda keras terhadap perusahaan untuk mengurangi asap berpolutan di kawasan industri," ujar Tao.

Banyak perusahaan, terutama yang menggunakan bahan bakar batubara dan pabrik semen, telah didenda karena memproduksi asap yang berlebihan, kurang atau tidak memiliki fasilitas emisi dan merusak lingkungan.

Upaya yang dilakukan tersebut ternyata menunjukkan hasil. Jumlah sulfur dioksida di udara Beijing telah berkurang 77 persen sejak tahun 1998, sementara nitrogen dioksida terpangkas  sebesar 30 persen dan PM10 sebesar 42 persen.

"Intensitas polutan partikulat halus diperkirakan akan turun ke tingkat yang aman yang diakui secara internasional dalam 16 tahun mendatang. Kami akan mengurangi intensitas PM2,5 menjadi 60 mikrogram per meter kubik," kata Tao, Selasa (1/7/2014).

Meningkatkan kualitas udara di kota ini tidak akan menjadi tugas yang mudah. Pasalnya, ekspansi terjadi secara cepat, ledakan penduduk dan perencanaan kota yang tidak benar juga telah menghambat perbaikan lingkungan.

"Emisi polusi saat ini jauh melampaui daya dukung lingkungan di kota, dan kondisi iklim yang merugikan akan dengan mudah menghasilkan hari penuh polusi. Namun kami yakin target akan tercapai melalui pengurangan emisi," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X