Kompas.com - 22/06/2014, 11:45 WIB
Salah satu proyek properti di Johor. thestaronlineSalah satu proyek properti di Johor.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Merespon kekhawatiran Singapura, pemerintah Johor menjamin bahwa proyek reklamasi seluas lebih dari 2.000 hektar untuk pengembangan Forest City di Iskandar Malaysia tidak akan berdampak pada lingkungan.

Menteri Besar Johor Datuk Mohamed Khaled Nordin mengatakan, pemerintah negara bagian telah memerintahkan pengembang Country Garden View Pacific Sdn Bhd untuk mempersiapkan rencana reklamasi secara efektif. Pemerintah juga meminta pengembang menghapus semua sedimen yang disebabkan oleh pekerjaan reklamasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Departemen Lingkungan Hidup akan memantau kegiatan yang dilakukan di seluruh pembangunan untuk memastikan bahwa lingkungan tidak akan terpengaruh dengan cara apapun," katanya.

Mohamed Khaled menambahkan bahwa proyek Forest City tidak menyalahi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) seiring laporan lahan reklamasi yang dikembangkan untuk properti tak lebih dari 50 hektar.

"Meskipun tidak diwajibkan meminta izin Komite Bersama Malaysia-Singapura, kami telah menginformasikan rencana dan aktivitas reklamasi. Pengembang juga telah menyiapkan laporan Amdal sebagaimana diatur Undang-undang Kualitas Lingkungan 1974," tambah Khaled.

Peluru oposisi

Kekhawatiran Singapura rupanya menjadi santapan empuk kalangan oposisi Malaysia. Mereka menyerang pemerintah dengan bekal laporan penelitian dari Singapura tentang dampak lingkungan akibat reklamasi terhadap ekologi laut dan selat Johor.

Sayangnya, ulah oposisi tersebut dikecam anggota parlemen Malaysia Suhaimin Salleh. "Bagaimana kita bisa menggunakan studi Singapura, kalau negara itu sendiri telah melakukan reklamasi seluas 71.600 hektar sampai sekarang," katanya.

Mereka, tambah Salleh, akan terus mereklamasi hingga luas wilayahnya menjadi 76.000 hektar di tahun-tahun mendatang. Sementara reklamasi Johor, lanjutnya, hanya sebagian kecil dari reklamasi Singapura, dan dia yakin bahwa pihak berwenang yang relevan akan memantau dan memastikan reklamasi tidak memengaruhi lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.