Pembangunan Infrastruktur Dongkrak Harga Properti

Kompas.com - 06/06/2014, 14:07 WIB
Sejumlah peralatan berat disiapkan untuk pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) tahap II sepanjang 6,5 kilometer KOMPAS/IWAN SETIYAWANSejumlah peralatan berat disiapkan untuk pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) tahap II sepanjang 6,5 kilometer
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketersediaan infrastruktur yang memadai diakui sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan kawasan, sekaligus mampu meningkatkan nilai lahan dan properti di sekitarnya.

Postulat tersebut semakin relevan saat Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Percepatan pembangunan infrastruktur akan meningkatkan daya saing komparatif sekaligus menstimulasi terjadinya mobilisasi arus barang, manusia dan jasa yang lebih aktif.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, mengutarakan hal tersebut saat memaparkan Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Pasar Tunggal ASEAN 2015, di Jakarta, Kamis (5/6/204).

"Pembangunan infrastruktur meningkatkan konektivitas antarpulau dan juga koridor ekonomi. Perannya sangat vital dan mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional," ujar Hermanto.

Pembangunan infrastruktur di Jadebotabek, contohnya. Pengerjaan Jalan Lingkar Luar Jakarta yang menghubungkan koridor barat, selatan, timur dan utara kawasan, terus dikebut. Diharapkan sebelum Idul Fitri 2014 sudah beroperasi seluruhnya.

"Nantinya masyarakat dari Kamal atau Cengkareng yang akan menuju Cikampek, tak perlu melewati Tol Dalam Kota. Masyarakat bisa langsung melalui Jakarta Outer Ring Road via Pasar Rebo, Cikunir dan langsung Tol Jakarta-Cikampek. Ini sangat efektif dan efisien," imbuh Hermanto.

Nilai properti

Pentingnya pembangunan infrastruktur juga dirasakan dan dialami para pengembang. Mereka berani membenamkan investasi ratusan miliar Rupiah untuk membuka kawasan yang akan dikembangkannya dengan membangun infrastruktur lebih dahulu.

PT Summarecon Agung Tbk., merupakan satu dari sekian banyak pengembang yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Mereka merogoh kocek sekitar Rp 200 miliar untuk membuka akses menuju Summarecon Bekasi dalam bentuk pembangunan jembatan layang KH Noer Ali di Bekasi Barat.

Selain itu, mereka juga membuka akes tol langsung Jakarta-Merak menuju Gading Serpong (Summarecon Serpong), dan kelak akan melakukan hal serupa di Summarecon Bandung, dan Summarecon Bogor.

" Infrastruktur hal yang vital dan penting. Selain untuk kepentingan kelancaran konstruksi juga untuk kepentingan penghuni. Dus, nilai lahan dan properti semakin menanjak jika infrastrukturnya memadai," ungkap Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk., Johannes Mardjuki, Rabu (14/5/2014).

Saat ini saja, kata Johannes, pasca beroperasinya fly over Noer Ali, harga lahan di Summarecon Bekasi sudah menembus angka Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per meter persegi. Sebelumnya, menjual dengan harga Rp 3 juta per meter persegi saja susah.

Demikian halnya dengan PT Lippo Karawaci Tbk. Pengembang ini punya gaya dan karakter khas dalam mengembangkan sebuah kawasan dengan standard khusus. "Kami akan selalu memprioritaskan infrastruktur utama, infrastruktur penunjang, dan infrastruktur pelengkap. Infrastruktur utama tentu saja sangat menentukan sebuah kawasan akan berhasil atau tidak memengaruhi kondisi pasar," kata Chief Marketing Officer Lippo Homes, Jopy Rusli, Rabu (21/5/2014).

Itulah sebabnya, lanjut Jopy, Lippo memandang perlu membangun akses langsung baik tol maupun non tol ke kawasan di mana proyek mereka berada. Terlebih untuk pengembangan skala kota (township development), sangat penting dan harus.

"Infrastruktur menggerakkan nilai lahan, properti dan lingkungan di sekitarnya lebih dinamis dan menstimulasi kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya," tandas Jopy.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X