Lagi "Ngetren", Konstruksi Hotel dari Tumpukan Kontainer

Kompas.com - 30/05/2014, 08:05 WIB
Qualitel Hotel http://www.qualitel-hotel.deQualitel Hotel
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Imajinasi memang tak terbatas. Visi arsitek mengenai konstruksi hotel non-beton, rupanya jadi kenyataan. Bahkan di Eropa dan Amerika Serikut sedang menjadi tren struktur hotel dari kumpulan kontainer.

Konstruksi modular hotel murah dari kontainer tersebut dianggap lebih nyaman dan hemat serta ekonomis. Konstruksi ini sudah diadopsi para pemain hotel dengan jaringan luas. Sebut saja InterContinental Hotels Group (IHG). Mereka mengusung konsep "Box Clever" untuk mengembangkan hotel murahnya dengan merek Holiday Inn Express.

Kamar-kamar pada hotel ini merupakan sekumpulan rak (kontainer) yang tersusun rapi namun setiap unit terpisah satu sama lain. Pembangunan hotel macam ini lebih cepat. Hanya dalam beberapa pekan, seluruh konstruksi tuntas. Betapa tidak, dalam satu hari, jumlah kontainer atau kamar yang tersusun bisa mencapai sepuluh unit.

Sebelum dibangun, konsep konstruksi ruang-ruang hotel tersebut direncanakan dalam simulasi tiga dimensi (3D), termasuk furnitur dan elemen dekorasi interiornya. Sistem ini memungkinkan pembangunan struktur hingga ketinggian duabelas lantai atau 300 kamar dengan kecepatan mengagumkan.

Prinsip mangkus dan sangkil yang ditawarkan konstruksi modular ini rupanya menarik minat lebih banyak jaringan operator lainnya. Di Jerman, mudah ditemui hotel-hotel dengan konstruksi seperti ini. Hanya dalam sepuluh pekan, Qualitel Hotel Hilpoltstein di Bavaria, tuntas terbangun. Hotel ini dikerjakan oleh perusahaan konstruksi Alho yang menyusun unit-unit modul dengan menggunakan crane. Hotel setinggi lima lantai tersebut, beroperasi pada Agustus 2010.

Biaya konstruksi untuk membangun hotel dengan 55 kamar itu hanya 4,2 juta Euro atau setara Rp 66,5miliar. Semua kamar dilengkapi dengan AC dan peredam suara bising yang berasal dari kesibukan lalu lintas Jl Raya A9. Hotel ini juga menampilkan dua kamar untuk kalangan difabel, dan empat kamar keluarga.

Jens Diekmann merancang hotel ini dengan kamar-kamar standar berbiaya rendah. Ukuran per kamar hanya 5,8 X 2,25 meter. Di dalamnya terdapat tempat tidur, kamar mandi dan meja kopi. Pengembang hanya memerlukan sambungan listrik dan air untuk dialirkan ke masing-masing kamar.

Dengan sistem modul seperti ini, pemilik hotel bisa membongkarnya atau melakukan renovasi dengan biaya dan waktu minimal. Ini merupakan inovasi penting dalam menekan anggaran konstruksi, selain inovasi lainnya yakni lift bed. Inovasi tersebut memungkinkan tamu dapat menggeser atau mengangkat tempat tidur dengan menekan satu tombol khusus, sehingga terciptalah ruang tamu seketika.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X