Peran China Makin "Menggila" di Pasar Properti Indonesia

Kompas.com - 02/04/2014, 16:11 WIB
Gedung-gedung pusat bisnis dan perkantoran terpantau dari udara di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (5/6). Pertumbunhan pusat bisnis di beberapa kawasan di Jakarta memicu kenaikan harga tanah hingga mencapai 20 persen per tahun. KOMPAS/IWAN SETIYAWANGedung-gedung pusat bisnis dan perkantoran terpantau dari udara di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (5/6). Pertumbunhan pusat bisnis di beberapa kawasan di Jakarta memicu kenaikan harga tanah hingga mencapai 20 persen per tahun.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Dana asal China, tak hanya mengucur deras di Inggris, dan Amerika Serikat, melainkan juga di Indonesia. Intensifnya penanaman modal mereka di pasar properti, khususnya Jakarta, melalui perusahaan pembiayaan (fund) ataupun pengembang semakin menguat dalam dua tahun terakhir.

Sebut saja raksasa Hongkong Land Holdings Limited, dan juga China Sonangol Land. Keduanya secara agresif menancapkan cengkeraman dananya di properti-properti komersial dengan profil tinggi di pusat bisnis distrik (central business district/CBD) Jakarta.

China Sonangol Land diketahui mengakuisisi EX Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, untuk dikonversi menjadi pengembangan multifungsi EX Building yang mencakup perkantoran, ruang ritel, kondominium, dan service apartment.

Selain mengakuisisi EX Plaza, China Sonangol Land juga bermitra dengan Sampoerna Group. Keduanya sepakat akan membangun dua menara baru Sampoerna Strategic Square di Jl Jendral Sudirman, dengan kapasitas area sewa seluas 234.000 meter persegi. Kedua gedung ini berdiri di atas lahan seluas 34.735 meter persegi.

Sedangkan Hongkong Land Holdings Ltd akan mengembangkan proyek residensial di BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Proyek yang akan dikembangkan, selapang 68 hektar. Mereka membeli lahan dari PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Sebelumnya, perusahaan raksasa kelas dunia tersebut telah berkolaborasi dengan PT Brahmayasa Bahtera, sayap bisnis properti milik Astra International. Mereka membangun sebuah proyek multifungsi yang terdiri atas apartemen (Anandamaya Residences), perkantoran, dan hotel, juga di kawasan Sudirman.

Selain dengan Astra, Hongkong Land juga sudah lama menjalin aliansi strategis dengan PT Jakarta Land yang sebagian besar sahamnya dimiliki Central Cipta Murdaya Group. Hasil kerja bareng ini adalah kepemilikan properti premium di lokasi utama yakni Wisma Metropolitan I,  Wisma Metropolitan II, World Trade Centre I, dan World Trade Centre II.

Tak puas sampai di situ, Hongkong Land berencana membangun CBD Kemayoran di Jakarta Pusat, bersama Central Cipta Murdaya Group di atas lahan seluas 44 hektar. Proyek ini digadang-gadang membutuhkan investasi senilai Rp 80 triliun.

CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, mengatakan, kehadiran perusahaan sekelas Hongkong Land dan China Sonangol, semakin memperkuat tahbis Jakarta sebagai destinasi investasi properti utama dunia.

"Padahal, kurun lima tahun lalu, secara tradisi, perusahaan investasi ataupun pemain properti dari Hongkong dan China daratan hampir tidak pernah tertarik untuk investasi properti di Indonesia, mereka lebih cenderung membawa modal ke China daratan," ujar Hendra kepada Kompas.com, Rabu (2/4/2014).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X