Kompas.com - 30/10/2013, 13:05 WIB
Pembeli asal China dan Hong Kong mendominasi pasar residensial London, Inggris. worldpropertychannel.comPembeli asal China dan Hong Kong mendominasi pasar residensial London, Inggris.
|
EditorHilda B Alexander
LONDON, KOMPAS.com - Setelah berekspansi ke Amerika Serikat, Greenland Holdings berencana merambah pasar properti London, Inggris. Menyusul beberapa perusahaan China lainnya yang telah lebih dulu beroperasi.

Perusahaan pengembang yang dimiliki pemerintah China ini tertarik pada proyek-proyek di kota ini yang mencakup hotel, apartemen, dan pusat belanja.

"Kami sangat tertarik berkiprah di London. Greenland memiliki investasi di hampir semua kota di China. Adalah suatu keharusan bagi semua perusahaan besar seperti kami untuk merambah ke mancanegara dan berperan secara global," ujar Chairman Greenland Holdings, Zhang Yuliang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, beberapa perusahaan China telah beroperasi di London. Awal tahun ini Dalian Wanda Group mengambil alih saham proyek hotel dan residensial senilai 700 juta poundsterling (Rp 12,4 triliun).

Langkah ekspansi Dalian Wanda diikuti oleh perusahaan asuransi Ping An yang membeli gedung bergengsi London Tower dari Commerz Estate AG senilai 260 juta poundsterling (Rp 4,6 triliun).

Greenland sendiri telah secara agresif melakukan transaksi internasional. Perusahaan ini menanamkan investasi pertamanya di AS pada bulan Juli dengan membeli 1 miliar dollar AS (Rp 11 triliun) saham proyek multifungsi di pusat kota Los Angeles. Proyek tersebut terdiri atas hotel, kantor dan perumahan mewah.

Pengembang ini juga memperluas portofolio di AS awal bulan ini dengan menyetujui pembelian saham sebesar 70 persen proyek apartemen Atlantic Yard di Brooklyn. Transaksi ini kemudian menempatkan proyek ini sebagai pengembangan properti komersial terbesar yang dibiayai China.

"Pemerintah AS menyambut baik investasi kami di sana. Pemerintah China juga mendukung perusahaan pemerintah dan swasta untuk pergi ke luar negeri.
Greenland berinvestasi di tempat-tempat dengan kondisi ekonomi yang baik," imbuh Zhang.

Meski demikian, Greenland tetap optimis pasar dalam negeri China akan tumbuh positif meski negari ini tengah mengampanyekan pendidinginan pasar properti. Mereka masih berharap dapat mencatat penjualan lebih dari 26 miliar dollar AS (Rp 287 triliun) tahun ini. Lebih tinggi dari target 150 miliar yuan (Rp 270 triliun).

"Kami masih optimis pasar properti China setidaknya selama lima sampai 10 tahun mendatang.  Dalam jangka panjang, kami berpikiri prospek masih bagus," tandas Zhang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.