Kompas.com - 24/01/2014, 14:38 WIB
Warga menyaksikan luapan Kali Ciliwung di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2014). Luapan Kali Ciliwung sejak Selasa, 21 Januari lalu menyebabkan rumah dari 116.382 jiwa terendam dan 79.614 jiwa mengungsi. KOMPAS/AGUS SUSANTO AGUS SUSANTOWarga menyaksikan luapan Kali Ciliwung di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2014). Luapan Kali Ciliwung sejak Selasa, 21 Januari lalu menyebabkan rumah dari 116.382 jiwa terendam dan 79.614 jiwa mengungsi. KOMPAS/AGUS SUSANTO
EditorLatief
Oleh Gianluca Lange
 
KOMPAS.com - Lokasi Indonesia yang terletak di dalam zona seismik menjadikannya salah satu negara yang rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan banjir. Jakarta sebagai ibukota dengan pembangunan terdepan pun tak lepas dilanda bencana alam, terutama banjir.

Banjir merupakan salah satu masalah besar di Indonesia, terutama di daerah seperti Jakarta. Menurut laporan Ranking of the World’s Cities Most Exposed to Coastal Flooding Today and in the Future yang dirilis oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Jakarta menempati urutan ke-20 sebagai kota dengan populasi terbanyak yang terancam banjir pesisir pada 2070. Urutan itu termasuk soal perubahan iklim dan perubahan sosial ekonomi, setelah Calcutta, Mumbai, Dhaka, Guangzhou, Ho Chi Minh City, Shanghai, Bangkok, dan Tokyo.

Buruknya infrastruktur dan perencanaan tata kota yang tidak optimal, jika disertai dengan musibah banjir monsun dapat menyebabkan tanah longsor, dan mengakibatkan kerusakan jalan, bangunan, perumahan dan fasilitas umum. Hal ini dapat berujung pada terganggunya kemajuan ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

Mengingat banyaknya penduduk dan aset di lokasi kota pelabuhan seperti Jakarta, serta peran pentingnya dalam perdagangan global, kegagalan untuk mengembangkan strategi adaptasi yang efektif dapat menimbulkan konsekuensi terhadap kondisi ekonomi, baik dalam skala lokal, nasional, bahkan lebih luas lagi.

Berdasarkan data dari Nature Climate Change Report, kerugian rata-rata akibat banjir pada 2005 secara global diperkirakan mencapai 6 miliar Dolar AS per tahun. Angka kerugian itu diperkirakan meningkat menjadi 52 miliar Dolar AS pada 2050.

Sementara itu, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Indonesia melaporkan bahwa jumlah kerugian ekonomi akibat banjir di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) pada awal Februari 2007 diperkirakan mencapai Rp 5,16 triliun. Menurut Gubernur DKI Jakarta , Joko Widodo, banjir besar yang terjadi pada awal 2013 di Jakarta menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari Rp 20 triliun.

Parsons Brinckerhoff Tampilan 3D kota Seattle dengan indikasi visual dari lokasi transportasi utama dan terowongan utilitas.
3D kota virtual

Melihat kenyataan itu, Pemerintah Indonesia harus menemukan cara baru untuk mencegah dan mengurangi kerusakan akibat banjir. Cara baru tersebut termasuk pembangunan infrastruktur, pemeliharaan jangka panjang, serta kesiapsiagaan pada saat terjadi bencana.

Saat ini, teknologi dapat memberikan masukan yang penting kepada pemerintah dan para insinyur, yaitu cara yang lebih baik untuk memprediksi perilaku lingkungan yang telah terbentuk atau akan segera terbentuk pada saat terjadinya krisis. Teknologi canggih menyediakan metode proaktif yang secara lebih efektif membantu mewujudkan masyarakat yang tahan terhadap bencana.

Desain atau rancang bangun yang tidak terencana dengan baik adalah penyebab utama dari banyak kerusakan yang terjadi pada saat bencana, termasuk banjir, gempa bumi, tsunami atau bencana alam lainnya. Bangunan dan infrastruktur penting hancur karena bangunan tersebut memang tidak dirancang dengan kekuatan untuk menahan gempuran alam yang kini kian kuat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.