Jakarta Punya 4 Mal Termewah di Indonesia

Kompas.com - 28/12/2013, 17:00 WIB
Antre Membeli Sandal Diskon Calon pembeli mengantre untuk membeli sandal dan sepatu merk Crocs yang didiskon hingga 70 persen di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta, Selasa (16/3). Sejak Senin (15/3), ratusan pembeli antre untuk menyerbu stok penjualan sekitar 80.000 pasang sepatu-sandal dengan harga sebelum diskon sekitar Rp 300.000-Rp 800.000 per pasang. Penjualan diskon ini berlangsung hingga Jumat (19/3). KOMPAS/Riza FathoniAntre Membeli Sandal Diskon Calon pembeli mengantre untuk membeli sandal dan sepatu merk Crocs yang didiskon hingga 70 persen di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta, Selasa (16/3). Sejak Senin (15/3), ratusan pembeli antre untuk menyerbu stok penjualan sekitar 80.000 pasang sepatu-sandal dengan harga sebelum diskon sekitar Rp 300.000-Rp 800.000 per pasang. Penjualan diskon ini berlangsung hingga Jumat (19/3).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati Jakarta telah bertransformasi menjadi lahan subur bagi peritel dengan merek mewah internasional, namun koleksi pusat belanja dengan klasifikasi serupa tak kunjung bertambah.

Hingga saat ini, Jakarta masih setia dengan empat pusat belanja mewah yang berada di kawasan pusat bisnis terpadu. Keempat mal tersebut adalah Plaza Indonesia, Plaza Senayan, Grand Indonesia, dan Pacific Place.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, kedudukan keempatnya sebagai pusat belanja paling mewah di Jakarta, bahkan seluruh Indonesia belum tergantikan. Kendati bermunculan pusat belanja baru, paling mutakhir LOVE @ Ciputra World Jakarta, tetap tak bisa mengubah imej masyarakat terhadap keempatnya.

"Performa pusat belanja mewah tersebut dapat dikatakan terus tumbuh positif. Tingkat okupansi keempatnya rerata di atas 90 persen. Dalam perkembangan aktual, beberapa dari mereka berupaya untuk mendatangkan brand baru tetapi ada juga yang lebih memanjakan pengunjungnya dengan berlomba membuka fine dining outlet," papar Hendra kepada Kompas.com, Sabtu (28/12/2013).

Kemewahan pusat belanja tak hanya dapat dilihat dari kualitas bangunan, baik material maupun fasad serta desain interior, melainkan juga penyewa atau peritel yang mengisinya. Peritel pun ada klasifikasinya, yakni kelas mewah, atas, menengah atas, menengah dan menengah bawah.

Harga sewa pusat belanja mewah tersebut rerata di atas Rp 1 juta per meter persegi per bulan untuk lantai dasar.

Nah, peritel yang mengisi keempat pusat belanja tersebut bisa dikategorikan kelas butik, sebut saja Louis Vuitton, Cartier, Prada, Hermes, Gucci, TOD'S, Bally, Aigner, Chanel, Ermenegildo Zegna dan lain sebagainya. Desain interior gerai merek-merek ini dirancang dengan konsep khusus seeksklusif dan semewah mungkin, sehingga menonjolkan karakter merek itu sendiri.

Kehadiran merek-merek mewah dan juga kelas menengah internasional lainnya seperti Massimo Dutti, Stradivarius, Mango, sekaligus menguatkan posisi Jakarta sebagai salah satu destinasi wisata belanja di Asia.

Berdasarkan riset Jones Lang LaSalle, posisi Indonesia sangat penting bagi peritel asing. Indonesia saat ini memiliki 45 juta orang yang termasuk kategori mampu membelanjakan uangnya di luar kebutuhan pokok. Pendapatan per kapita juga meningkat menjadi 3.500 dolar AS.

Selain itu, orang Indonesia juga sangat royal dalam berbelanja terutama untuk makanan dan minuman serta pakaian. Mereka menghabiskan 75 miliar dollar untuk kuliner. Sementara konsumsi untuk pakaian dan apparel lainnya sebesar 22 miliar dollar AS.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X