Nurmahmudi: Apakah Ada Hasil Riset Perguruan Tinggi yang Bisa Diindustrialisasi?

Kompas.com - 12/10/2013, 11:27 WIB
|
EditorHilda B Alexander
DEPOK, KOMPAS.com - Kota-kota penyangga yang mengalami pertumbuhan pesat seperti Depok, Tangerang, Bogor dan Bekasi, mengalami masalah serupa. Masalah tersebut adalah ketergantungan kepada orbitnya, Jakarta. Oleh karena itu, tak heran bila kota-kota tersebut membangun dengan orientasi yang kental pada Jakarta.

Depok, misalnya. Kota ini, sejatinya, dapat memutus ketergantungan melalui rekoneksi dengan sumber-sumber daya dan potensi yang dimilikinya. Salah satu potensi tersebut tergambar pada pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2012 IPM kota dengan 11 kecamatan ini sebesar 79,49. Angka ini merupakan IPM tertinggi di Jawa Barat dan urutan ke-3 di tingkat nasional. 

Selain itu, keberadaan Universitas Indonesia (UI), sebagai Perguruan Tinggi terbesar dan paling populer di Negara ini, harus dimanfaatkan maksimal. Mereka menyimpan periset-periset dan dosen andal.

"UI harusnya bisa menghasilkan lebih dari sekadar periset, melainkan pekerja-pekerja kreatif. Merekalah yang seharusnya berkontribusi menyumbangkan gagasan, pemikiran sekaligus produk yang ramah industri dan kapital sehingga bernilai ekonomis," papar pengamat perkotaan Marco Kusumawijaya.  

Bila itu dilakukan sejak lama, lanjut Marco, sudah dari dulu Depok tumbuh sebagai kota modern yang dapat menghidupi dirinya sendiri sekaligus mengakomodasi kebutuhan masyarakatnya. Kota ini bisa berlari pesat lebih dari sekadar memiliki sepuluh 21 pusat belanja, 12 perguruan tinggi, 26 situ maupun angka partisipasi kerja yang mencapai 63 persen (data Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Depok 2011). 

Akan tetapi, masalahnya, hasil riset tersebut justru dipertanyakan Pemerintah Kota Depok. Jangankan bisa dinikmati, publikasi mengenai riset yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi sebuah industri, sampai saat ini, belum ada. 

Wali Kota Depok, Nurmahmudi Ismail, mempertanyakan secara gamblang, apakah UI atau perguruan tinggi lainnya sudah menghasilkan sebuah studi dan riset yang ramah industri dan kapital sehingga bisa dikembangkan lebih lanjut.

"Kalau memang sudah ada, kami tak segan untuk mengajak kerjasama dalam pengembangan riset tersebut lebih lanjut. Jika bisa mempercepat kemajuan Depok menjadi lebih modern dan berdaya secara ekonomi, kenapa tidak? Hanya, masalahnya, sudahkah ada hasil riset yang bisa diindustrikan?," tanya Nurmahmudi kepada Kompas.com, Kamis (10/10/20130). 

Jadi, lanjutnya, pembangunan Depok saat ini masih berjalan dengan menggali potensi-potensi yang ada, baik SDM, wilayah, kekayaan alam dan juga koneksinya dengan Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hal yang Harus Dibersihkan Sebelum Memasuki Perayaan Natal

5 Hal yang Harus Dibersihkan Sebelum Memasuki Perayaan Natal

Tips
Jelang Libur Natal, Ini Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalan Nasional Sulsel

Jelang Libur Natal, Ini Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalan Nasional Sulsel

Berita
Nilai Konstruksi Perumahan Diprediksi Rp 54 Triliun pada 2023, Terbanyak Rumah Tapak

Nilai Konstruksi Perumahan Diprediksi Rp 54 Triliun pada 2023, Terbanyak Rumah Tapak

Hunian
[POPULER PROPERTI] Tol Kuala Tanjung-Parapat Bakal Jadi 'Scenic Tollroad'

[POPULER PROPERTI] Tol Kuala Tanjung-Parapat Bakal Jadi "Scenic Tollroad"

Berita
4 Seksi Tol Kuala Tanjung-Parapat Beroperasi, LHR Ditargetkan Capai 18.000 Kendaraan

4 Seksi Tol Kuala Tanjung-Parapat Beroperasi, LHR Ditargetkan Capai 18.000 Kendaraan

Berita
4 KEK Buka Peluang Jadi Tempat Pendirian Kampus Cabang Asal Inggris

4 KEK Buka Peluang Jadi Tempat Pendirian Kampus Cabang Asal Inggris

Kawasan Terpadu
Akhir Pekan Habiskan Waktu di Museum Transportasi TMII, Ada Apa Saja?

Akhir Pekan Habiskan Waktu di Museum Transportasi TMII, Ada Apa Saja?

Fasilitas
Jasa Marga Dominasi Penghargaan Jalan Tol Terbaik di Indonesia

Jasa Marga Dominasi Penghargaan Jalan Tol Terbaik di Indonesia

Berita
Catat, Ini Titik Rest Area Sementara Tol Pertama di Bumi Serambi Mekkah

Catat, Ini Titik Rest Area Sementara Tol Pertama di Bumi Serambi Mekkah

Berita
Sektor Properti Bangkit Tahun 2023, Ditopang Penjualan Rumah Tapak

Sektor Properti Bangkit Tahun 2023, Ditopang Penjualan Rumah Tapak

Berita
Pemerintah Diminta Adil Beri Subsidi Kendaraan Listrik dan Angkutan Umum

Pemerintah Diminta Adil Beri Subsidi Kendaraan Listrik dan Angkutan Umum

Berita
Banjir Aceh Tamiang Bikin Penyelesaian Seksi Terakhir Tol Sibanceh Terhambat

Banjir Aceh Tamiang Bikin Penyelesaian Seksi Terakhir Tol Sibanceh Terhambat

Berita
Sudah Siapkah Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik?

Sudah Siapkah Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik?

Berita
Berpanorama Danau Toba, Tol Kuala Tanjung-Parapat Bakal Jadi 'Scenic Tollroad'

Berpanorama Danau Toba, Tol Kuala Tanjung-Parapat Bakal Jadi "Scenic Tollroad"

Berita
Rest Area Bakal Dibangun Usai Penyelesaian Konstruksi Tol Sibanceh

Rest Area Bakal Dibangun Usai Penyelesaian Konstruksi Tol Sibanceh

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.