Kompas.com - 12/10/2013, 11:27 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek perkantoran dan apartemen Taman Melati Margonda yang memasuki tahap tutup atap di Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (18/7/2012). Pembangunan apartemen di Depok kini makin menggeliat dengan lokasi mendekati kampus-kampus perguruan tinggi untuk mencari pasar di kalangan mahasiswa. KOMPAS / IWAN SETIYAWANPekerja menyelesaikan pembangunan proyek perkantoran dan apartemen Taman Melati Margonda yang memasuki tahap tutup atap di Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (18/7/2012). Pembangunan apartemen di Depok kini makin menggeliat dengan lokasi mendekati kampus-kampus perguruan tinggi untuk mencari pasar di kalangan mahasiswa.
|
EditorHilda B Alexander
DEPOK, KOMPAS.com - Kota-kota penyangga yang mengalami pertumbuhan pesat seperti Depok, Tangerang, Bogor dan Bekasi, mengalami masalah serupa. Masalah tersebut adalah ketergantungan kepada orbitnya, Jakarta. Oleh karena itu, tak heran bila kota-kota tersebut membangun dengan orientasi yang kental pada Jakarta.

Depok, misalnya. Kota ini, sejatinya, dapat memutus ketergantungan melalui rekoneksi dengan sumber-sumber daya dan potensi yang dimilikinya. Salah satu potensi tersebut tergambar pada pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2012 IPM kota dengan 11 kecamatan ini sebesar 79,49. Angka ini merupakan IPM tertinggi di Jawa Barat dan urutan ke-3 di tingkat nasional. 

Selain itu, keberadaan Universitas Indonesia (UI), sebagai Perguruan Tinggi terbesar dan paling populer di Negara ini, harus dimanfaatkan maksimal. Mereka menyimpan periset-periset dan dosen andal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"UI harusnya bisa menghasilkan lebih dari sekadar periset, melainkan pekerja-pekerja kreatif. Merekalah yang seharusnya berkontribusi menyumbangkan gagasan, pemikiran sekaligus produk yang ramah industri dan kapital sehingga bernilai ekonomis," papar pengamat perkotaan Marco Kusumawijaya.  

Bila itu dilakukan sejak lama, lanjut Marco, sudah dari dulu Depok tumbuh sebagai kota modern yang dapat menghidupi dirinya sendiri sekaligus mengakomodasi kebutuhan masyarakatnya. Kota ini bisa berlari pesat lebih dari sekadar memiliki sepuluh 21 pusat belanja, 12 perguruan tinggi, 26 situ maupun angka partisipasi kerja yang mencapai 63 persen (data Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Depok 2011). 

Akan tetapi, masalahnya, hasil riset tersebut justru dipertanyakan Pemerintah Kota Depok. Jangankan bisa dinikmati, publikasi mengenai riset yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi sebuah industri, sampai saat ini, belum ada. 

Wali Kota Depok, Nurmahmudi Ismail, mempertanyakan secara gamblang, apakah UI atau perguruan tinggi lainnya sudah menghasilkan sebuah studi dan riset yang ramah industri dan kapital sehingga bisa dikembangkan lebih lanjut.

"Kalau memang sudah ada, kami tak segan untuk mengajak kerjasama dalam pengembangan riset tersebut lebih lanjut. Jika bisa mempercepat kemajuan Depok menjadi lebih modern dan berdaya secara ekonomi, kenapa tidak? Hanya, masalahnya, sudahkah ada hasil riset yang bisa diindustrikan?," tanya Nurmahmudi kepada Kompas.com, Kamis (10/10/20130). 

Jadi, lanjutnya, pembangunan Depok saat ini masih berjalan dengan menggali potensi-potensi yang ada, baik SDM, wilayah, kekayaan alam dan juga koneksinya dengan Jakarta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.