Kompas.com - 11/10/2013, 11:41 WIB
Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail ketika ditemui di Balaikota Depok, Jawa Barat, Kamis (10/10/2013). Dirinya sudah menjabat sebagai Wali Kota Depok sejak tahun 2005, dan kali ini ia melanjutkan jabatannya setelah dipilih kembali untuk periode 2011-2016. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNAWali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail ketika ditemui di Balaikota Depok, Jawa Barat, Kamis (10/10/2013). Dirinya sudah menjabat sebagai Wali Kota Depok sejak tahun 2005, dan kali ini ia melanjutkan jabatannya setelah dipilih kembali untuk periode 2011-2016.
|
EditorLatief
DEPOK, KOMPAS.com — Depok merupakan sebuah kota yang belum selesai. Kota ini masih bekerja aktif guna memenuhi dan melayani kebutuhan warganya. Dengan jumlah populasi tumbuh pesat, yang menurut hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2012 mencapai 1.898.576 jiwa, ada banyak masalah yang memang harus segera dibereskan.

Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail mengakui, sebagai kota yang sedang berkembang, Depok memiliki sejumlah masalah, terlebih soal keterkaitannya dengan Jakarta. Namun, saat ini, lanjut Nurmahmudi, masalah-masalah itu secara perlahan mulai dapat diurai.

"Terkait itu, kami dituding sebagai pengelola yang tidak cerdas, padahal kami sedang mengelola kota dan bekerja ke arah perbaikan yang menghasilkan. Tentu saja, butuh waktu yang cukup untuk membawa Depok menjadi lebih sejahtera dan maju karena ada kelompok warga yang ingin berdaya, ada yang menolak diberdayakan," ujar Nurmahmudi kepada Kompas.com, Kamis (10/10/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2006-2025, Depok akan menjadi kota yang lebih produktif dan dinamis. Berbagai potensi yang dimiliki akan dikembangkan maksimal, terutama sumber daya manusianya. Kota ini mencatat pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) sangat tinggi. Pada tahun 2012, IPM kota dengan 11 kecamatan ini sebesar 79,49. Angka ini merupakan IPM tertinggi di Jawa Barat dan urutan ke-3 di tingkat nasional. 

"Kami akan mengembangkan potensi SDM dengan IPM tinggi ini melalui rancangan besar yang dinamakan Kota Religius yang Maju dan Sejahtera berbasis pada industri kreatif dan jasa perdagangan," jelas Nurmahmudi. 

Depok, lanjut Nurmahmudi, tidak memungkinkan untuk dikembangkan sebagai kawasan industri bersifat berat yang menghasilkan polutan. Karena itu, Depok saat ini sedang berkonsentrasi membangun perekonomian yang berbasis pada industri, jasa, dan perdagangan yang bersifat kreatif.

"Kami membangun kota, membangun manusianya, dan juga potensi-potensi yang bisa dikembangkan kemudian. Untuk mewujudkan pembangunan perekonomian tadi, kami menata semua perangkat pendukung, mulai dari penataan birokrasi, evaluasi perizinan, dan lain sebagainya sampai pemberian insentif," jelas Nurmahmudi.

Seperti pernah diberitakan Kompas.com (Depok Dalam Angka, Potret Ketidakcerdasan Pengelola Kota), pengamat perkotaan, Marco Kusumawijaya, menilai, Depok dalam tataran realita telah mengalami diskoneksi (keterputusan) dengan sumber-sumber daya yang dimilikinya. Kota ini terlalu berorientasi pada Jakarta, tetapi abai mengelola potensi yang justru bisa dijadikan nilai tambahnya.

Salah satu potensi tersebut tergambar pada pencapaian IPM. Pada tahun 2012, IPM kota dengan 11 kecamatan ini sebesar 79,49. Angka ini merupakan IPM tertinggi di Jawa Barat dan urutan ke-3 di tingkat nasional.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.