Kompas.com - 02/10/2013, 16:12 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com — Medan menjadi salah satu kota di luar Pulau Jawa yang menjadi sasaran pengembang ekspansi bisnis pengembang properti di Pulau Jawa. Hal ini seiring kian terbatasnya ketersediaan lahan di Pulau Jawa.

"Sumatera Utara merupakan sentra perekonomian di Pulau Sumatera. Terbukti, dengan hadirnya Bandara Internasional Kuala Namu International strategi penguatan konektivitas nasional dalam program masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia makin terlihat. Karena itulah, kami memilih Medan sebagai lokasi pengembangan proyek low cost condominium," kata Presiden Direktur Riyadh Group Indonesia, Bally Saputra, dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (2/10/2013).

Bally mengatakan, Sumatera Utara dipilih sebagai lokasi peruntungan bisnis karena provinsi ini memberi peluang besar mengembangkan hunian vertikal. Hal itu tecermin dari adanya pertumbuhan yang cukup signifikan terhadap permintaan unit hunian vertikal di Sumatera Utara.

"Pertumbuhan angka permintaannya cukup besar. Hal ini karena adanya pergeseran gaya hidup, menyusul makin terbatasnya lahan kosong untuk pembangunan rumah tapak," kata Bally.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia Kantor Wilayah IX Sumatera Utara dan Aceh, data kredit pemilikan apartemen (KPA) di Sumatera Utara pada Agustus 2013 menunjukkan adanya lonjakan tajam hingga 128,27 persen atau sebesar Rp 4,5 miliar. Angka tersebut naik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 1,9 miliar.

Saat ini, Riyadh Group Indonesia tengah merancang proyek properti tiga menara kondominium yang dilabeli Setiabudi Condominium @Medan. Proyek yang dibangun di kawasan Setiabudi, tepatnya di Jalan Pertambangan, Medan, ini dilaksanakan melalui bendera anak usahanya, PT Lima Putra Realti. Anggaran pembangunannya ditaksir menghabiskan investasi tidak kurang dari Rp 200 miliar.

"Selain dekat dengan kampus Universitas Sumatera Utara, nantinya, tak jauh dari lokasi proyek ini akan dibangun akses tol menuju Bandara Kuala Namu sehingga saya yakin akan mendongkrak nilai asetnya," kata Bally.

Bally mengatakan, waktu pembangunan kondominium ini ditargetkan mulai akhir 2013 nanti. Jika tidak ada kendala dalam proses perizinan, lanjut Bally, maka pemasangan tiang pancang diharapkan sudah dilakukan pada medio Desember 2013.

"Dengan demikian, pada semester kedua 2015 bisa serah terima kunci," ujarnya.
 
Menurut Direktur Marketing PT Lima Putra Realti Putra Hartford Brahmana, target pasar yang ingin dibidik dari proyek ini adalah kalangan mahasiswa, karyawan swasta, dan pegawai negeri sipil di Kota Medan. Pangsa pasar potensial lainnya berasal dari luar Kota Medan serta konsumen dari luar Provinsi Sumatera Utara, seperti Aceh, yang mayoritas menggunakan skema pembelian secara tunai.

Adapun unit-unit yang ditawarkan terdiri dari dua tipe kondominium, yakni satu kamar tidur seharga mulai dari Rp 199 juta dan tipe dua tempat tidur yang dilengkapi dua kamar mandi dan dua beranda seharga Rp 449 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.