Kompas.com - 30/09/2013, 16:06 WIB
|
EditorHilda B Alexander
BOGOR, KOMPAS.com — Optimalisasi Terminal Baranangsiang, Bogor, menjadi terminal modern terpadu rupanya masih dalam tahap penyusunan desain akhir (finalisasi). Dengan demikian, konstruksi belum akan dilakukan tahun ini.

Hal ini dijelaskan CEO Trivo Group, Ian Wisan, kepada Kompas.com, Senin (30/9/2013). Menurut pengakuan Ian, sebagai pembangun, pihaknya masih menunggu rancangan final dari proyek tersebut.

"Oleh karena itu, kami belum bisa memberikan informasi rinci mengenai rancangan keseluruhan proyek ini. Kami masih menunggu. Begitu ada perintah untuk membangun, ya kami langsung laksanakan," ujar Ian.

Rencana mengubah wajah Terminal Baranangsiang seluas 21.415 meter persegi tersebut mulai berembus sejak 29 Juni 2012. Pemerintah Kota Bogor bersama PT Pancakarya Grahatama Indonesia menandatangani kontrak kerja sama berpola bangun-guna-serah (built-operate-transfer) selama 30 tahun dengan nilai Rp 462,86 miliar.

Rencana optimalisasi menjadi kontroversial karena selain mengubah tampilan menjadi lebih modern, terminal juga akan diintegrasikan dengan properti komersial berupa hotel, pusat perbelanjaan, dan pusat kuliner. Rencana ini dianggap mengubah fungsi tata ruang kota.

Mengutip situs resmi Pemerintah Kota Bogor, pada rancangan optimalisasi aset terminal ini, luas efektif fungsi terminal direncanakan meningkat menjadi 16.906 meter persegi dari kondisi saat ini yang hanya 15.529 meter persegi. Peningkatan perluasan itu terjadi karena ada penambahan lahan area parkir sementara, atau area tunggu bus di Jalan Sambu seluas 5.589 meter persegi dan area park and ride di lantai basement seluas 1.592 meter persegi.

Pembangunan Terminal Baranangsiang diharapkan rampung pada 28 Juni 2014. Targetnya, kawasan perdagangan beroperasi pada 28 Juni 2015.

Pelibatan swasta dalam proyek ini menjadi langkah untuk mengatasi keterbatasan anggaran pembiayaan optimalisasi aset Terminal Baranangsiang. 

Meski proses terciptanya kerja sama tersebut telah melalui lelang dengan merujuk pada peraturan Kementerian Dalam Negeri Nomor 17 tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah, Wali Kota terpilih periode 2014-2019, Bima Arya Sugiarto, tak akan membiarkan alih fungsi tata ruang kota terjadi.

"Saya akan evaluasi dan meninjau kembali perizinan-perizinan tersebut. Jika ada yang salah, dan tidak proporsional serta "mengangkangi" tata ruang, tidak akan saya tolerir. Intinya, saya akan menegakkan Perda Tata Ruang," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekomendasi Rumah Subsidi  di Karawang, Hanya Rp 150 Jutaan Saja

Rekomendasi Rumah Subsidi di Karawang, Hanya Rp 150 Jutaan Saja

Hunian
Akhir Juli, BP Tapera Guyur Rp 310,68 Miliar untuk 2.073 Rumah di Indonesia

Akhir Juli, BP Tapera Guyur Rp 310,68 Miliar untuk 2.073 Rumah di Indonesia

Hunian
Inovasi dan Kreasi Jadi Upaya bagi Damai Putra Group untuk Penuhi Kebutuhan Pasar

Inovasi dan Kreasi Jadi Upaya bagi Damai Putra Group untuk Penuhi Kebutuhan Pasar

Hunian
Presiden Minta Kementerian PUPR Perlebar Jalan Pelabuhan Kijing ke Pontianak

Presiden Minta Kementerian PUPR Perlebar Jalan Pelabuhan Kijing ke Pontianak

Berita
Segera Hadir 442 Rumah Subsidi di Bandung Barat, Cek di Sini

Segera Hadir 442 Rumah Subsidi di Bandung Barat, Cek di Sini

Hunian
Gandeng China, Malaysia Bikin “Logistik Park” Seluas 260 Hektar

Gandeng China, Malaysia Bikin “Logistik Park” Seluas 260 Hektar

Fasilitas
Golden Dacron dan Informa Pasarkan Produk Furnitur Lokal

Golden Dacron dan Informa Pasarkan Produk Furnitur Lokal

Interior
Tengah Direvitalisasi, Terminal Tingkir Bakal Dilengkapi Hotel dan Pusat Belanja

Tengah Direvitalisasi, Terminal Tingkir Bakal Dilengkapi Hotel dan Pusat Belanja

Berita
[POPULER PROPERTI] BPN Serah Terima Proposal Pelepasan Kawasan Hutan ke KLHK

[POPULER PROPERTI] BPN Serah Terima Proposal Pelepasan Kawasan Hutan ke KLHK

Berita
Proyek Rel Simpang Joglo Masuk Tahap 2, Waspadai Kepadatan Lalu Lintas

Proyek Rel Simpang Joglo Masuk Tahap 2, Waspadai Kepadatan Lalu Lintas

Berita
Rusun KEK Tanjung Lesung Rampung, Bikin Pekerja Hemat Ongkos

Rusun KEK Tanjung Lesung Rampung, Bikin Pekerja Hemat Ongkos

Hunian
Ada Relaksasi Aturan Perjalanan, Sektor Transportasi Tumbuh Positif

Ada Relaksasi Aturan Perjalanan, Sektor Transportasi Tumbuh Positif

Berita
KTP Digital Sekaligus NPWP bagi Warga Pangkalpinang Tergantung Server Pusat

KTP Digital Sekaligus NPWP bagi Warga Pangkalpinang Tergantung Server Pusat

Hunian
Bus PPD Sumbang 3 Persen Keterangkutan Stasiun MRT Lebak Bulus, Begini Trik Pengelola

Bus PPD Sumbang 3 Persen Keterangkutan Stasiun MRT Lebak Bulus, Begini Trik Pengelola

Berita
Mulai Rabu Ini, Lewat Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A Gratis

Mulai Rabu Ini, Lewat Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A Gratis

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.