Kompas.com - 31/08/2013, 10:06 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
BEKASI, KOMPAS.com - Konstruksi ramah lingkungan, atau yang sering disebut dengan istilah "bangunan hijau", identik dengan pembangunan untuk segmen masyarakat kelas menengah hingga atas. Pasalnya, biaya investasi penggunaan berbagai material dan perlengkapan yang  membuat lingkungan lebih lestari berkelanjutan justru lebih besar daripada bangunan biasa.

Namun, fenomena tersebut tampaknya akan terpatahkan dalam 24 bulan mendatang. Pasalnya Arta Debang Development (ADD Group) berupaya untuk membangun apartemen murah sekaligus ramah lingkungan.

Jadi, siapa bilang apartemen murah tidak bisa dikembangkan dengan konsep hijau? Direktur ADD Group Jendriko Silalahi menyatakan bahwa hunian yang digarapnya dengan harga di bawah Rp 200 juta, memang menyasar karyawan pabrik dan masyarakat kelas bawah dengan penghasilan pasti.

"Kami mengusung konsep hijau, karena sudah menghitung biaya konstruksi dan potensi profit yang akan kami raup. Bangunan hijau tidak perlu mahal sebetulnya bila konsep desainnya mengikuti "hukum alam". Kami tidak sekadar mengalokasikan ruang terbuka hijau dengan alokasi lebih besar dan ruang terbangun hanya 45 persen. Kami juga melakukan konservasi atas air tanah, pengaturan suhu udara, tata lingkungan dan pencahayaan," jelas Jendriko kepada Kompas.com, Jumat (30/8/2013).

Lebih lanjut, Jendriko menerangkan, penekanan desain apartemen ini pada pemenuhan kebutuhan pencahayaan alami lewat pengaturan dan desain tata letak tiap hunian. Material yang digunakan, hampir seluruhnya konten lokal dan ramah lingkungan.

Untuk upayanya tersebut, Jendriko akan bekerjasama dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) untuk mendapatkan sertifikasi bangunan hijau. Menurut Jendriko, GBCI akan membimbing proses pembangunan apartemen ini hingga rampung dan memenuhi setidaknya sebagian kriteria green building.

Menurut Core Founding Member GBCI, Naning S. Adiningsih Adiwoso ada enam kriteria green building, yaitu tata guna lahan, efisiensi energi, konservasi air, bahan yang ramah lingkungan, kualitas udara indoor quality, dan management sampah.

Menanggapi pembangunan Adede Park & Apartment, Naning menyambut baik pembangunan tersebut. Kalangan masyarakat bawah belum memiliki tempat tinggal yang baik, yang layak.

"Saya kira ini ide yang baik, suatu gerakan yang baik karena akan bisa memberikan rumah yang layak. Membangun rumah yang sehat untuk kalangan masyarakat paling bawah, yang pada gilirannya menopang terciptanya bangsa yang sehat dan kuat," ujar Naning.

Menurutnya, pembangunan Adede Park & Apartment dapat mengurangi orang yang tidak punya rumah karena tidak sanggup memiliki rumah mahal. "Mereka akan belajar untuk hidup yang lebih baik. Karena di sini juga dipikirkan konservasi air, hemat energi, kemudian menggunakan bahan ramah lingkungan, kualitas udara yang baik dan bagaimana mereka memilah sampahnya setiap hari," imbuhnya
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Jokowi Tinjau Perbaikan Jalan Sepanjang 55,8 Kilometer di Kepulauan Nias

Presiden Jokowi Tinjau Perbaikan Jalan Sepanjang 55,8 Kilometer di Kepulauan Nias

Berita
Perluas Jaringan, Accor Buka Mövenpick Jakarta International Airport Tahun 2026

Perluas Jaringan, Accor Buka Mövenpick Jakarta International Airport Tahun 2026

Hotel
Sejak 2009, Hasil Sekuritisasi KPR Mencapai Rp 12,78 Triliun

Sejak 2009, Hasil Sekuritisasi KPR Mencapai Rp 12,78 Triliun

Berita
Proyek Kereta Layang Jatinegara-Tanah Abang-Kemayoran akan Dievaluasi

Proyek Kereta Layang Jatinegara-Tanah Abang-Kemayoran akan Dievaluasi

Konstruksi
Menteri Hadi Pertimbangkan Usulan Sertifikat Tanah Dilengkapi Foto Pemilik

Menteri Hadi Pertimbangkan Usulan Sertifikat Tanah Dilengkapi Foto Pemilik

Berita
Tahun 2024, Indonesia Bakal Punya Jalur Kereta Sepanjang 7.451 Kilometer

Tahun 2024, Indonesia Bakal Punya Jalur Kereta Sepanjang 7.451 Kilometer

Konstruksi
Menilik Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Tana Mori di NTT

Menilik Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Tana Mori di NTT

Kawasan Terpadu
Tahun 2021 Okupansi Hotel di Seluruh Indonesia Turun, Bali Anjlok Paling Drastis

Tahun 2021 Okupansi Hotel di Seluruh Indonesia Turun, Bali Anjlok Paling Drastis

Hotel
Kata Sri Mulyani, Sekuritisasi KPR Bisa Jadi Upaya Atasi Backlog Rumah

Kata Sri Mulyani, Sekuritisasi KPR Bisa Jadi Upaya Atasi Backlog Rumah

Berita
Pemerintah Targetkan Bangun 10.254 Kilometer Jalur Kereta Api Tahun 2030

Pemerintah Targetkan Bangun 10.254 Kilometer Jalur Kereta Api Tahun 2030

Konstruksi
Jasa Marga 'Spin-off' Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Jasa Marga "Spin-off" Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Berita
Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Apartemen
Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berita
Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Hotel
Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.