Kompas.com - 26/08/2013, 16:13 WIB
Batam menjadi wilayah trwibun newsBatam menjadi wilayah "rebutan" para pengembang kakap. Potensinya menjanjikan pendapatan dan keuntungan besar.
|
EditorHilda B Alexander

Meski diperebutkan oleh pengembang-pengembang kakap, tidak ada satu pun dari mereka yang mengkhususkan pembangunan pada satu sektor dominan. Mereka membangun semua sektor. Mulai dari perumahan yang dilengkapi fasilitas komersial, kondominium, hotel hingga kawasan industri.

Vice President Marketing Agung Podomoro Land Tbk, Indra Widjaja Antono, mengatakan, daerah menawarkan peluang yang sama bagi semua sektor pengembangan. Dengan harga lahan yang jauh lebih rendah, pihaknya dapat menjual properti, terutama kondominium dengan nilai feasible.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menara pertama dari rencana dua menara pembangunan Borneo Bay Residence sebanyak 1.110 unit, kami mampu meraup pendapatan penjualan senilai Rp 500 miliar. Ini membuktikan bahwa kebutuhan di daerah tak kalah banyak ketimbang Jakarta dan ke depannya, akan sangat menantang," paparnya.

Sementara Pondok Indah Group akan meneruskan proyek residensial di Batam, karena prospek yang dinilai menjanjikan. Menurut Presiden Direktur PT Metropolitan Kentjana Tbk (anak usaha Pondok Indah Group), Husin Widjayakusumah, harga properti di sana masih terhitung kompetitif yakni antara Rp 500 juta-Rp 1 miliar per unit.

"Dengan harga yang masih rendah tersebut, kemungkinan untuk tumbuh dengan range tinggi (price growth) sangat luas. Mengingat pangsa pasar kami adalah kelas menengah domestik dan juga investor asing," imbuh Husin.

Metropolitan Kentjana akan memulai pengembangan tahap ke-II Bumi Shangrila seluas 15 hektar pada tahun 2014. Mereka telah menuntaskan pembangunan tahap I seluas 13 hektar terbangun.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, meski kawasan Jadebotabek masih mencatat pertumbuhan permintaan dan harga tertinggi di seluruh Indonesia. Namun, apa yang sekarang terjadi di daerah, berpotensi mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen hingga 15 persen per tahun.

"Untuk sub sektor perumahan (landed house) dan kondominium, Medan dan Balikpapan menunjukkan performa menjanjikan," tandas Hendra.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.