Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mastery, Mahakarya Tiga Maestro

Menggandeng tiga arsitek ternama Kengo Kuma, Koichi Takada, dan Silvester Fuller, Crown Group mempersembahkan Mastery, di kawasan Waterloo, Sydney.

Menurut Komisaris dan CEO Crwon Group Iwan Sunito Mastery akan menjadi mahakarya sekaligus tengara Kota Sydney untuk berkompetisi dengan kota-kota besar lainnya di dunia.

Dipilihnya legenda dan maestro Tokyo, Kengo Kuma, untuk mendesain Menara C dengan 19 lantai tak lain karena Mastery adalah signature proyek dari Crown Group.

"Kengo memiliki ide unik desain eksterior 'hutan susun' yang didominasi kayu untuk merevolusi cakrawala Waterloo," kata Iwan, Jumat (19/10/2018).

Dilengkapi kolam renang atap kantilever, pusat kebugaran, spa, lounge bagi para penghuninya dan bioskop mini. Seluruh fasilitas ini dirancang Koichi Takada.

Hutan kota adalah pusat dari tema bangunan Mastery, dirancang untuk menghubungkan para penghuninya dengan alam, dan menghidupkan salah satu keyakinan utama Kengo Kum.a

“Selalu ada hubungan antara alam dengan manusia, tetapi arsitektur yang baik tidak berusaha untuk memperbaiki alam. Sebaliknya, ia bergerak dengan alam, selalu membina dengan baik hubungan tersebut," tutur Iwan.

Tiga menara hunian lain menampilkan karya Koichi Takada, sementara menara hunian kelima dan terakhir dikerjakan oleh Sylvester Fuller, arsitek ternama asal Australia.

Mastery terdiri dari 384 unit dengan harga mulai dari Rp 7,5 miliar. Untuk pasar Indonesia, Iwan membidik penjualan senilai Rp 200 miliar. 

Penjualan secara resmi akan dimulai pada 17 November 2018 dan konstruksi ditargetkan rampung tiga tahun kemudian.

https://properti.kompas.com/read/2018/10/21/113415321/mastery-mahakarya-tiga-maestro

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke