Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Para Pengembang Apartemen Mewah untuk Kalangan Super Kaya

Kompas.com - 19/07/2019, 07:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar properti atau khususnya apartemen mewah tak pernah surut. Kendati tidak seagresif kelas di bawahnya, namun transaksi properti mewah ini selalu ada dengan nilai penutupan (closing) yang menggiurkan.

Terbaru adalah transaksi Regent Residence di Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Menurut CEO KG Global Development Harry Gunawan, enam unit apartemen mewah ini terjual pada tahun lalu dengan posisi harga Rp 86 juta per meter persegi.

"Jumlah ini menggenapi 55 persen dari total 185 unit yang ditawarkan kepada pasar," kata Harry menjawab Kompas.com, Selasa (16/7/2019).

Kendati selalu ada transaksi, namun Harry mengakui bahwa tidak mudah menawarkan properti mewah kepada kalangan atas yang masuk kategori ultra high net worth individual (UHNWI) dengan kekayaan minimum 5 juta dollar AS.

Baca juga: Apartemen Rp 43,4 Miliar Dibayar Kontan, Enggak Pake Nyicil

Menurut Harry, lokasi strategis dan reputasi pengembang saja tidak cukup. Ada banyak elemen yang menjadi pertimbangan konsumen kaya dengan fulus tak berseri ini.

"Privasi dan tingkat keamanan maksimum adalah yang utama. Saya tinggal bertahun-tahun di penthouse Four Seasons Kuningan enggak pernah ngunci apartemen," ungkap Harry.

Selain itu, unsur kenyamanan menyangkut kualitas bangunan juga harus diutamakan jika para pengembang ingin produknya dilirik orang-orang dengan kondisi finansial bebas merdeka ini.

Oleh karena itu, tak mengherankan bila Regent Residence dan juga apartemen mewah lainnya macam Raffles Residence, Sun and Moon Apartment, Le Parc, atau The Dharmawangsa, banyak mengandung komponen impor.

Kendati demikian, menurut Direktur Ciputra Group Artadinata Djangkar, sebetulnya antara hi end apartment dan yang biasa, perbedaannya komponen impor tidak terlalu besar.

Baca juga: Profil Pembeli Apartemen Rp 43,4 Miliar Tunai Bukan OKB Tanggung

Yang membedakan biasanya elemen interior seperti marmer, sanitari, dan beberapa perlengkapan lainnya seperti door handle.

"Saya tidak bisa memberikan angka pasti persentasenya. Namun memang yang mewah adalah interiornya, dan itu semua impor," jelas Arta kepada Kompas.com, Kamis (18/7/2019).

Untuk marmer di area publik dan koridor Raffles Residence, kata Arta, didatangkan langsung dari Turki. Jenis marmer yang dipilih adalah imperial beige.

Sedangkan untuk kamar mandi, marmer yang digunakan adalah Volakas dan Pegassus dari Yunani dan Italia.

Sementara sanitarinya Duravit dengan fitting Hansgrohe dari Jerman. Adapun perlengkapan dapur atau kitchen equipment  merupakan produk Miele yang juga dari Jerman.

Selain itu, imbuh Arta, Raffles Residence juga memiliki keistimewaan bahwa semua unit memiliki ketinggian plafon 3,9 meter yang memberi kesan luas dengan kaca double glass.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau