Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bakal Dibuka Fungsional, Menteri Basuki Cek Tol Cisumdawu

Kompas.com - 26/04/2018, 10:41 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berencana meninjau pekerjaan proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Kamis (26/4/2018).

Tol Cisumdawu dirancang memiliki panjang 61,6 kilometer dan terbagi ke dalam enam seksi. Seksi I dan II digarap oleh pemerintah menggunakan pinjaman dari Pemerintah China sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut.

Baca juga : Lagi, China Kucurkan Dana Pinjaman untuk Tol Cisumdawu

“Saat ini kerjanya cukup bagus ya. Terus tananya kemarin baru bebas, jadi bisa mulai dikerjakan. Walaupun ada sedikit protes dari masyarakat, namun secara umum oke,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/4/2018).

Salah satu pekerjaan yang cukup menyita perhatian, menurut dia, adalah pembangunan dua terowongan yang berada di Seksi II. Konstruksi terowongan sepanjang 472 meter dengan diameter 14 meter itu berada di Desa Cilengser.

“Terowongan masuk ke section yang perlu hati-hati, karena di situ ada batu-batu lepas, border-border. Tapi secara umum enggak ada masalah,” kata Arie.

Ia mengaku, pemerintah berupaya agar terowongan tersebut dapat tembus sebelum lebaran, sehingga dapat difungsikan pada saat musim mudik nanti.

Namun, bila hal tersebut tidak memungkinkan, maka terowongan itu tidak akan dibuka pada saat lebaran.

“Kalau udah dibor atasnya kan harus dikasih penahan, dikasih beton. Itu belum. Jadinya belum berani, walaupun saya masih dorong terus. Tapi takutnya kalau dorong terlalu keras malah terjadi kecelakaan. Enggak berani,” kata dia.

Adapun untuk Seksi III-VI digarap oleh PT Citra Karya Jabar Tol selaku badan usaha jalan tol yang nantinya akan mengelola tol tersebut.

Menurut Arie, baik pembebasan tanah maupun pekerjaan konstruksi untk keempat seksi tersebut berjalan cukup signifikan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau