Aldiron Klaim Pedagang Pasar Cinde Tak Protes Soal Sewa - Kompas.com

Aldiron Klaim Pedagang Pasar Cinde Tak Protes Soal Sewa

Dani Prabowo
Kompas.com - 13/09/2017, 20:30 WIB
Pasar Cinde yang merupakan salah satu bangunan kuno di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (14/5). Bangunan kuno di Palembang rawan lenyap. Sebab, dari sekitar 200 unit bangunan kuno di Palembang, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Hal ini membuat bangunan kuno tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk dilindungi sehingga sewaktu-waktu bisa dibongkar. Salah satu bangunan kuno yang akan dibongkar, yakni Pasar Cinde. Pasar yang terinsiparsi dari Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah karya arsitek Thomas Karsten itu akan diruntuhkan dan dibangun mall di atas reruntuhannya.

Kompas/Adrian Fajriansyah (DRI)
14-05-2017KOMPAS / ADRIAN FAJRIANSYAH Pasar Cinde yang merupakan salah satu bangunan kuno di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (14/5). Bangunan kuno di Palembang rawan lenyap. Sebab, dari sekitar 200 unit bangunan kuno di Palembang, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Hal ini membuat bangunan kuno tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk dilindungi sehingga sewaktu-waktu bisa dibongkar. Salah satu bangunan kuno yang akan dibongkar, yakni Pasar Cinde. Pasar yang terinsiparsi dari Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah karya arsitek Thomas Karsten itu akan diruntuhkan dan dibangun mall di atas reruntuhannya. Kompas/Adrian Fajriansyah (DRI) 14-05-2017

JAKARTA, KompasProperti - Meski rencana revitalisasi Pasar Cinde di Palembang, Sumatera Selatan, menuai kritik, namun para pedagang lama yang terdampak langsung atas protes revitalisasi disebut-sebut menerima harga sewa yang ditetapkan pengembang.

Direktur Utama PT Aldiron Hero Group Atar Tarigan menjelaskan, awalnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan menerjunkan tim untuk mengkaji harga sewa yang tepat yang akan dibebankan kepada para pedagang lama.

Baca: Revitalisasi Pasar Cinde, Pengembang Tunggu Hasil Kajian Tim Ahli

"Namun secara bersamaan, mereka (pedagang) mengusulkan harga sewa yang terjangkau. Itu Pak Gubernur (Alex Noerdin) tidak melihat lagi kerja tim yang dibentuk, dan 100 persen usulan pedagang dipenuhi," kata Atar kepada KompasProperti, Sabtu (9/9/2017) lalu.

Kondisi tersebut, sebut Atar, berbeda dengan rencana revitalisasi pasar pada umumnya di daerah lain, yang kerap diwarnai protes lantaran harga sewa baru yang biasanya lebih mahal. Namun di Pasar Cinde, kata dia, pedagang justru menerima harga sewa yang ditetapkan.

Selain itu, adanya jaminan kepada 887 pedagang untuk dapat berjualan kembali setelah revitalisasi pasar rampung, disebut Atar juga menjadi salah faktor positif.

"Sesuai janji Pak Gubernur, para pedagang itu digaransi mendapatkan tempat di bangunan baru nantinya, dengan harga sewa yang sudah disepakati dan sudah di-SK-kan," ungkap Atar.

Sebelumnya diberitakan, rencana revitalisasi sempat mendapat tentangan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan beberapa elemen masyarakat.

Baca: IAI Setuju Pasar Cinde Direnovasi, Asal Memenuhi Syarat...

Bahkan, IAI sempat melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika mendengar kabar pasar tersebut hendak direnovasi, tahun lalu.

Tak hanya dari kalangan arsitek, masyarakat Palembang juga menggalang dukungan penolakan renovasi pasar tersebut.

Salah di antaranya yaitu dengan melayangkan petisi dan membentuk komunitas #SavePasarCinde.

"IAI sempat surati Jokowi agar mengingatkan Gubernur Sumatera Selatan untuk tidak melupakan sejarah kotanya. Karena kelihatannya yang ngotot ini kan gubernur," kata Ketua Badan Pelestarian IAI Aditya W Fitrianto kepada KompasProperti, Kamis (20/7/2017).

Di dalam surat tersebut, ada tiga hal yang mereka sampaikan. Pertama, berharap agar Presiden Jokowi meminta Gubernur Sumatera Selatan menghentikan rencana pembongkaran Pasar Cinde.

Kedua, mengubah strategi pengembangan pasar dan fasilitas baru dalam kerangka revitalisasi Pasar Cinde Terpadu melalui Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG).

Karena Pasar Cinde merupakan bangunan cagar budaya, maka mesti mendapat rekomendasi dari TABG Cagar Budaya.

Terakhir, revitalisasi dimaksud adalah bangunan utama dengan bentuk khas serta kolom cendawan dapat dipertahankan.

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM