Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Aldiron Klaim Pedagang Pasar Cinde Tak Protes Soal Sewa

JAKARTA, KompasProperti - Meski rencana revitalisasi Pasar Cinde di Palembang, Sumatera Selatan, menuai kritik, namun para pedagang lama yang terdampak langsung atas protes revitalisasi disebut-sebut menerima harga sewa yang ditetapkan pengembang.

Direktur Utama PT Aldiron Hero Group Atar Tarigan menjelaskan, awalnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan menerjunkan tim untuk mengkaji harga sewa yang tepat yang akan dibebankan kepada para pedagang lama.

Baca: Revitalisasi Pasar Cinde, Pengembang Tunggu Hasil Kajian Tim Ahli

"Namun secara bersamaan, mereka (pedagang) mengusulkan harga sewa yang terjangkau. Itu Pak Gubernur (Alex Noerdin) tidak melihat lagi kerja tim yang dibentuk, dan 100 persen usulan pedagang dipenuhi," kata Atar kepada KompasProperti, Sabtu (9/9/2017) lalu.

Kondisi tersebut, sebut Atar, berbeda dengan rencana revitalisasi pasar pada umumnya di daerah lain, yang kerap diwarnai protes lantaran harga sewa baru yang biasanya lebih mahal. Namun di Pasar Cinde, kata dia, pedagang justru menerima harga sewa yang ditetapkan.

Selain itu, adanya jaminan kepada 887 pedagang untuk dapat berjualan kembali setelah revitalisasi pasar rampung, disebut Atar juga menjadi salah faktor positif.

"Sesuai janji Pak Gubernur, para pedagang itu digaransi mendapatkan tempat di bangunan baru nantinya, dengan harga sewa yang sudah disepakati dan sudah di-SK-kan," ungkap Atar.

Sebelumnya diberitakan, rencana revitalisasi sempat mendapat tentangan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan beberapa elemen masyarakat.

Baca: IAI Setuju Pasar Cinde Direnovasi, Asal Memenuhi Syarat...

Bahkan, IAI sempat melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika mendengar kabar pasar tersebut hendak direnovasi, tahun lalu.

Tak hanya dari kalangan arsitek, masyarakat Palembang juga menggalang dukungan penolakan renovasi pasar tersebut.

Salah di antaranya yaitu dengan melayangkan petisi dan membentuk komunitas #SavePasarCinde.

"IAI sempat surati Jokowi agar mengingatkan Gubernur Sumatera Selatan untuk tidak melupakan sejarah kotanya. Karena kelihatannya yang ngotot ini kan gubernur," kata Ketua Badan Pelestarian IAI Aditya W Fitrianto kepada KompasProperti, Kamis (20/7/2017).

Di dalam surat tersebut, ada tiga hal yang mereka sampaikan. Pertama, berharap agar Presiden Jokowi meminta Gubernur Sumatera Selatan menghentikan rencana pembongkaran Pasar Cinde.

Kedua, mengubah strategi pengembangan pasar dan fasilitas baru dalam kerangka revitalisasi Pasar Cinde Terpadu melalui Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG).

Karena Pasar Cinde merupakan bangunan cagar budaya, maka mesti mendapat rekomendasi dari TABG Cagar Budaya.

Terakhir, revitalisasi dimaksud adalah bangunan utama dengan bentuk khas serta kolom cendawan dapat dipertahankan.

https://properti.kompas.com/read/2017/09/13/203000521/aldiron-klaim-pedagang-pasar-cinde-tak-protes-soal-sewa

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar