Terlalu Dini Sebut Sektor Properti Indonesia Pulih - Kompas.com

Terlalu Dini Sebut Sektor Properti Indonesia Pulih

Dani Prabowo
Kompas.com - 12/09/2017, 10:30 WIB
IlustrasiKOMPAS/JITET Ilustrasi

JAKARTA, KompasProperti - Data Bank Indonesia menunjukkan penyaluran kredit properti pada Juli 2017 mengalami peningkatan bila dibandingkan Juni 2017. Kendati demikian, kenaikan itu disebut belum menjadi tanda bahwa sektor properti Tanah Air sudah menggeliat.

Presiden Direktur Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono menilai, peningkatan kolaborasi antara pengembang dan sektor perbankan diperlukan, guna memenuhi angka kebutuhan rumah yang belum terpenuhi atau backlog yang masih mencapai 11,4 juta unit.

Kolaborasi tersebut selama ini sebenarnya sudah terjadi. Namun dirasakan masih kurang, terutama dalam hal pemberian stimulus kepada pengembang guna meningkatkan pasokan perumahan.

"Dengan kolaborasi produktif, kami harapkan penyaluran KPA dan KPR mulai meningkat," kata Maryono saat BTN Golden Property Awards 2017 di Jakarta, Senin (11/9/2017) malam.

Dia menjelaskan, hingga Juli 2017, pertumbuhan kredit properti tercatat mencapai 13,9 persen. Angka tersebut naik bila dibandingkan Juni 2017 yang hanya 12,1 persen.

"Itulah sebagai rising momentum kita, sehingga dengan adanya peningkatan ini peran properti lebih baik lagi," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata menilai, meski tanda-tanda peningkatan sektor properti sudah ada, namun terlalu dini bila saat ini disebut sebagai kenaikan sektor properti.

"Masih terlalu dini untuk katakan bahwa ini sebuah kepulihan," kata Soelaeman.

Perlu adanya terobosan yang lebih komprehensif serta peningkatan sinergi antara pemerintah dan pengembang, guna meningkatkan pertumbuhan yang sudah ada. Terlebih, saat ini pemerintah tengah gencar merealisasikan Program Nasional Sejuta Rumah.

Salah hal yang dapat dilaksanakan yaitu dengan penerapan regulasi yang sudah ada, terutama di tingkat daerah. Pasalnya, meski selama ini kebijakan di pemerintah pusat sudah cukup baik, namun dalam impelementasinya masih kurang di daerah.

Soelaeman berpandangan, bahwa kebijakan perbankan terhadap pengembang dalam mendorong pertumbuhan sektor properti juga masih kurang.

"Oleh karena itu, untuk dapat menuju pemulihan, perlu adanya sinergi pemerintah dan terobosan usaha dengan melihat pengembangan yang jauh ke depan," tuntasnya.

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM