Investasi Tol Semarang-Solo Capai Rp 100 Miliar Per Kilometer - Kompas.com

Investasi Tol Semarang-Solo Capai Rp 100 Miliar Per Kilometer

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Kompas.com - 14/08/2017, 22:07 WIB
Kendaraan pemudik terpantau ramai keluar di Gerbang Tol Salatiga, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). Pemudik berasal dari Jalan Tol Bawen-Salatiga yang sudah difungsionalkan pada H-7.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Kendaraan pemudik terpantau ramai keluar di Gerbang Tol Salatiga, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). Pemudik berasal dari Jalan Tol Bawen-Salatiga yang sudah difungsionalkan pada H-7.

SALATIGA, KompasProperti - Tol Semarang-Solo yang melintang sepanjang 72 kilometer menelan investasi lebih dari Rp 7 triliun, atau jika dirata-rata biaya pembangunannya mencapai Rp 100 miliar per kilometernya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang ditemui pada Festival Jalan Tol (FJT) Jasa Marga yang digelar di ruas jalan tol Salatiga-Bawen, Minggu (13/8/2017) siang mengungkapkan, sebagian kecil pembiayaan tol Semarang-Solo mendapatkan dukungan APBN dalam bentuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dalam hal ini PT Jasa Marga (persero) Tbk.

Seperti di ruas Bawen-Salatiga terdapat 2 kilometer yang mendapat dukungan pemerintah dalam rangka menaikkan Internal Rate of Return (IRR)-nya.

"Kalau ruas Salatiga- Solo juga ada sekitar 3 kilometer yang dari APBN, berupa pembangunan jembatan," kata Basuki, Minggu (14/8/2017) siang.

Sedangkan untuk keseluruhan Trans Jawa, menurut Basuki, bentuk investasinya macam- macam. Untuk at grade biayanya mencapai Rp 90 miliar hingga Rp 100 miliar, sedangkan untuk elevated (layang) biayanya bisa tiga kali lipat.

Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Tbk, Desi Arryani mengatakan, pekan lalu tim BPJT telah melakukan uji kelayakan untuk ruas tol Bawen-Salatiga.

Saat ini pihak PT Trans Marga Jateng (TMJ), selaku anak perusahaan PT Jasa Marga (persero) Tbk hanya tinggal menunggu hasil uji kelaikan yang diperkirakan sudah keluar sebelum akhir bulan ini.

"Hanya tinggal menunggu jadwal saja. Kalau secara fisik, jalan tol ini semuanya sudah selasai," kata Desi.

Dalam kesempatan itu Basuki juga melakukan konferensi video dengan Direktur Utama PT Trans Marga Jatim Raharjo untuk menerima laporan pengoperasian jalan Tol Gempol-Pasuruan segmen Gempol-Bangil.

Sebagaimana diketahui, seksi Gempol-Bangil ini melengkapi segmen Bangil-Rembang yang telah beroperasi sebelumnya.

Dalam laporannya, Raharjo menyampaikan operasionalisasi jalan tol seksi Gempol-Bangil berjalan lancar.

Sebelumnya diberitakan, TMJ selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Semarang-Solo memproyeksikan tarif tol seksi III Semarang-Solo atau ruas Bawen-Salatiga Rp 1.000 per kilometer.

Direktur Operasional dan Teknik PT Trans Marga Jateng (TMJ), Ali Zainal Abidin mengatakan, usulan besaran tarif Rp 1.000 per kilometer tersebut karena mempertimbangkan tambahan investasi yang dikeluarkan selama pembangunan konstruksi.

"Total tambahan investasinya sekitar Rp 165 miliar," ungkap Ali.

PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM