Basuki Nilai Tol Bawen-Salatiga Masih Gersang - Kompas.com

Basuki Nilai Tol Bawen-Salatiga Masih Gersang

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Kompas.com - 14/08/2017, 08:00 WIB
Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.KOMPAS.com/ RODERICK ADRIAN MOZES Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

SALATIGA, KompasProperti - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui ruas Tol Bawen-Salatiga ini memiliki lanskap alam yang indah.

Namun jalan tol sepanjang 17.6 kilometer tersebut ia nilai masih "gersang" dan butuh ihijaukan dengan aneka tanaman. 

Hal itu dikatakan Basuki saat membuka Festival Jalan Tol (FJT) Jasa Marga yang dipusatkan di Gerbang Tol Salatiga, Minggu (13/8/2017) pagi.

"Saya pernah lewat sini dengan Presiden dan menkeu, beliau sangat surprise dengan pemandanganya. Tapi dari segi lingkungannya masih kurang. Jadi prasarana jalan itu juga tidak hanya kualitas jalannya saja, tapi lingkungannya juga diperhatikan," kata Basuki.

"Kalau kualitas jalannya saya kira sudah di atas rata-rata, tapi kelihatannya masih perlu pengijauan. Saya lihat tadi dari bus, sudah ada pohon-pohon kamboja tapi kelihatannya masih gersang," lanjutnya.

Sebelumnya PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) akan mengkaji "beautifikasi" dan penghijauan di ruas tol Semarang-Salatiga. Kedua hal tersebut merupakan masukan yang mengemuka dalam forum "Temu Pelanggan 2017" yang di gelar di Rest Area KM 22, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (10/8/2017) siang.

Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ali Zaenal Abidin mengatakan, kedua masukan tersebut akan dikaji apakah bisa diterapkan atau tidak.

Misalnya soal penghijauan, justru kalau dilakukan secara masif malah akan mengganggu pemandangan.

Padahal jalan tol Semarang-Salatiga ini sudah dikenal dengan tagline "panoramic tol road", karena pemandangannya yang indah, seperti danau Rawapening hingga pegunungan.

Sedangkan untuk beautifiasi kemungkinan bisa dilakukan di kawasan gerbang atau kawasan rest area.

"Kalau di jalur utama itu penghijauan, tapi kita pilihkan tanaman yang tidak terlalu tinggi. Sebab kalau tinggi malah pemandangannya terhalang. Kita evaluasi apakah bisa diakomondir semua atau tidak," kata Ali.

 

PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X