Daya Saing Infrastruktur Indonesia ke-60 Dunia - Kompas.com

Daya Saing Infrastruktur Indonesia ke-60 Dunia

Dani Prabowo
Kompas.com - 10/08/2017, 22:07 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau Seksi I ruas jalan tol Pekanbaru - Kandis - Dumai, Minggu (23/7/2017). Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau Seksi I ruas jalan tol Pekanbaru - Kandis - Dumai, Minggu (23/7/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut, langkah pemerintah dalam meningkatkan daya saing Indonesia dari negara lain cukup membuahkan hasil.

Berdasarkan data indeks daya saing infrastruktur yang dikeluarkan Global Competitiveness Index, Indonesia sempat menduduki peringkat ke-90 pada tahun 2011. Namun, pada tahun 2016 peringkat tersebut bergeser menjadi ke-60.

"Pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama, merupakan pilihan yang logis dan strategis dalam meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus untuk mengejar ketertinggalan," kata Basuki saat menjadi pembicara dalam Indonesia Development Forum (IDF) 2017 di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Menurut Basuki, pemerintah menyadari bahwa kebutuhan wilayah atas infrastruktur sangat tinggi.

Saat ini, ada 35 wilayah pengembangan strategis (WPS) yang dicanangkan untuk meningkatkan daya saing serta mengurangi disparitas antarwilayah.

Adapun yang menjadi esensi pembangunan tersebut yakni, memadukan antara pengembangan wilayah dengan market driven, mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta memfokuskan pengembangan infrastruktur menuju wilayah strategis.

"Untuk itu, diperlukan keterpaduan perencanaan antara infrastruktur dengan pengembangan kawasan strategis dalam WPS dan sinkronisasi program antar infrastruktur," jelas Basuki.

Ia menambahkan, setidaknya ada empat sub sektor proyek infrastruktur yang kini tengah digenjot pemerintah, yaitu konektivitas, ketahanan air dan pangan, perumahan, serta infrastruktur pemukiman.

Konektivitas meliputi pembangunan 1.851 kilometer jalan tol, serta pembangunan 2.650 kilometer jalan baru dan 30 kilometer pembangunan jembatan baru. Hingga tahun 2017, panjang jalan tol yang telah dioperasikan mencapai 568 kilometer.

Sedangkan, untuk ketahanan air dan pangan meliputi pembangunan 65 waduk dan bendungan serta satu juta hektar pembangunan jaringan irigasi baru.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, hingga 2019 ditargetkan ada 29 bendungan yang rampung dikerjakan. Namun hingga kini baru tujuh diantaranya yang telah rampung.

Sementara, untuk pembangunan jaringan irigasi baru, saat ini baru 26,55 persen yang telah terbangun dari target satu juta hektar.

Adapun untuk sektor perumahan, dari target Program Nasional Sejuta Rumah yang dicanangkan setiap tahunnya, belum ada yang mencapai target.

Tahun 2015, baru 699.770 unit rumah yang terbangun, sedangkan tahun 2016 baru 805.169 unit.

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM