Kompas.com - 14/08/2021, 21:30 WIB

Pada lantai dasar, terdapat ruang-ruang belajar, auditorium yang bisa menampung 200 orang, perpustakaan, kafe, dan galeri seni yang menampilkan karya-karya yang berhubungan dengan otak.

Bagian dalam fasilitas ini juga memiliki taman indoor yang dialiri sungai buatan dan terdapat deretan pohon jeruk di sekitar area duduk. Semuanya kian sempurna dengan kehadiran atap ETFE yang dapat dibuka.

Partner dari Foster + Partners, Darron Haylock mengatakan konsep laboratrorium seperti ini sangat cocok diterapkan pada skala perkotaan sehingga menciptakan pusat penelitian dan pembelajaran yang benar-benar inklusif.

“Gedung ini terletak tak jauh dari jalur pejalan kaki utama Universitas dan fasadnya mengundang eksplorasi, menarik orang ke dalam untuk belajar tentang kegiatan penelitian.” Papar Darron.

Menyesuaikan dengan konteks pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung, gedung didesain agar lebih sehat dan dekat dengan alam. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.