Kompas.com - 27/05/2021, 16:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menilai penataan yang telah dilakukan hingga saat ini belum berdampak signifikan terhadap berkurangnya kawasan kumuh di perkotaan.

Termasuk salah satu penataan yang diupayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Sebaliknya, menurut dia, BSPS yang disalurkan ke daerah, justru melanggengkan kekumuhan sehingga untuk memberikan air minum, air bersih di daerah itu, jadi sulit.

Baca juga: SMF Bantu Benahi Rumah Warga di Kawasan Kumuh Kota Lubuklinggau

"Maka, bagaimana kita menyelesaikannya secara sekaligus agar lebih quality spending, butuh keterpaduan program dan pendanaan pemukiman kumuh perkotaan sangat penting dilakukan," cetus Suharso dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (27/05/2021).

Hal ini mempertimbangkan kawasan kumuh perkotaan merupakan masalah serius dan terus berkembang di berbagai wilayah di Indonesia.

“Saya mengapa membicarakan penataan pemukiman kumuh perkotaan karena kumuh kota ini luar biasa tumbuh kembangnya di berbagai kota, di tanah air ini dan senantiasa penyelesaiannya itu diselesaikan oleh swasta," kata Suharso.

Kawasan kumuh di perkotaan inilah yang menjadi penyebab tidak tercapainya Indonesia dalam target Sustainable Development Goals (SDGs).

Karenanya setiap kementerian dan lembaga mesti berkolaborasi menyelesaikan permasalahan ini secara serius.

"Kami ingin bagaimana penyelesaian kekumuhan ini dengan beragam intervensi di kementerian dapat diselesaikan dalam satu paket dan ini adalah pendekatan multidisiplin,” jelasnya.

Menurut Suharso, ada tiga syarat utama keberhasilan penataan kawasan permukiman kumuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.