Kompas.com - 26/05/2021, 12:33 WIB
Desain Rumah Terapung dari Bahan Daur Ulang Jadi Solusi Pencegah Banjir Begini Waste-Ed Desain Rumah Terapung dari Bahan Daur Ulang Jadi Solusi Pencegah Banjir Begini

KOMPAS.com - Organisasi nir-laba Waste Ed mengunggaah video yang menggambarkan konsep rumah terapung sebagai solusi pencegah banjir dan naiknya permukaan air laut.

Sekilas rumah ini tampak tidak berbeda dengan rumah biasa pada umumnya. Hanya,  permukaan bawah rumah ini dipasang tangki air daur ulang yang berfungsi sebagai pelampung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika terjadi banjir atau air laut naik naik ke daratan, rumah ini akan secara otomatis terangkat dan tetap berada di permukaan.

Uniknya, rumah ini dibangun dengan pondasi tiang pancang yang menjulang hingga ke dasar tanah dan berfungsi sebagai katrol serta penjaga agar rumah tetap pada posisinya meski mengapung.

Telah digunakan di Vietnam

Rumah amfibi ini merupakan karya Dr Elizabeth English.

Proyek ini dibangun setelah dia menyaksikan kehancuran yang disebabkan oleh Badai Katrina di New Orleans, Amerika Serikat, tahun 2005 lalu.

Baca juga: Desain Rumah Terapung Makin Digandrungi

Poyek pertama rumah terapung ini dibangun di Vietnam dan digunakan oleh para petani.

Mereka membantu pertanian untuk menghindari perpindahan dan beradaptasi dengan lingkungan selama musim hujan.

Setelah melakukan penelitian dan pengujian yang mendalam, Elizabeth bersama timnya mulai mengajari para petani di Vietnam cara membangun rumah dengan bahan daur ulang.

Cara terebut dinilai sangat berguna bagi para petani terutama untuk melindungi rumah mereka supaya tidak tersapu banjir.

Rumah amfibi ini pada dasarnya dapat dibangun di mana saja.

Elizabeth mengatakan rumah ini sangat cocok dibangun di tempat atau lokasi yang dekat dengan pesisir pantai dan laut serta di lokasi rawan banjir.

"Arsitektur rumaah amfibi dapat dibangun hampir di mana saja dengan menggunakan bahan daur ulang dan sangat membantu mereka yang tinggal di dekat tepi air," ungkap Elizabeth.

Kendati demikian, Elizabeth mengaku cara yang dilakukannya, yaitu dengan menggunakan bahan daur ulang sebagai pelampung rumah ini bukan solusi bagi perubahan iklim dan lingkungan.

Konsep rumah ini hanya menunjukkan bahwa setiap manusia harus mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan lingkungan yang disebabkan oleh krisis.

"Desain ini mungkin membantu kita beradaptasi dengan iklim yang berubah dengan cepat, tetapi tidak menyelesaikan krisis," imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.