750 Warga di Provinsi Riau Dapat Bantuan Renovasi Rumah Rp 20 Juta

Kompas.com - 25/05/2021, 19:00 WIB
750 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Kampar, Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan bantuan bedah rumah sebesar Rp 20 juta. Dok. BALAI P2P SUMATERA III/ BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR750 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Kampar, Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan bantuan bedah rumah sebesar Rp 20 juta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 750 kepala keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Kampar, Provinsi Kepulauan Riau, mendapatkan bantuan renovasi Rp 20 juta.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 17,5 juta digunakan untuk pembelian bahan bangunan dan Rp 2,5 juta lainnya untuk upah tukang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sumatera III Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Zubaidi mengatakan hal itu dalam siaran pers, Selasa (25/05/2021).

"Jumlah uang dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang disalurkan sebesar Rp 20 juta per unit rumah. Rinciannya, Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang," jelas dia.

Baca juga: Pemerintah Bangun 3.000 Rumah buat Para Tukang, Ini Lokasinya

Dengan demikian, kata Zubaidi, Kementerian PUPR menggelontorkan dana senilai Rp 15 miliar untuk membedah 750 unit RTLH di wilayah tersebut.

Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah mereka secara swadaya menjadi lebih layak huni.

Zubaidi menambahkan, ada beberapa persyaratan seseorang yang berhak menerima bantuan program BSPS ini.

Contohnya, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berpenghasilan di bawah Rp 4 juta, memiliki atau menguasai tanah, belum memiliki rumah atau memiliki dan menghuni RTLH, serta belum pernah menerima bantuan perumahan dari pemerintah.

Zubaidi menerangkan, bantuan bedah rumah dilaksanakan melalui program BSPS ini bersifat hanya stimulan. 

Sehingga, dana itu diberikan untuk mendorong semangat gotong royong masyarakat penerima bantuan agar bisa membangun rumah mereka secara berkelompok.

Dia pun meminta Koordinator Kabupaten (Koorkab) dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk terus melakukan pemantauan di lapangan kualitas bangunan rumah dibedah agar tetap berkualitas dari sisi ketahanan konstruksi.

Salah satu penerima bantuan bedah rumah di Desa Simelinyang Ratna Dewi mengungkapkan, bagian dalam rumahnya sering mengalami kebocoran sebelum dibedah.

Kendati demikian, dia dan keluarga terus menabung dan berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 4,5 juta untuk menambah biaya renovasi rumahnya.

"Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena bantuan program BSPS ini berhasil mengubah rumah kami menjadi lebih baik," tutur Ratna.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.