Ada yang Dibangun oleh Sahabat Nabi SAW, Ini Empat Masjid Tertua di China

Kompas.com - 15/05/2021, 16:29 WIB
Masjid Huaisheng yang dibangun oleh Saad bin Abu Waqqas, penyebar agama Islam di China. Masjid Huaisheng yang dibangun oleh Saad bin Abu Waqqas, penyebar agama Islam di China.

KOMPAS.com - Ramadhan dan Lebaran tak terlepas dengan bangunan yang diperuntukkan sebagai ibadah umat Islam yaitu masjid.

Tak hanya dijadikan tempat ibadah, masjid juga memiliki nilai sejarah di balik inisiasi pembangunannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Misalnya saja di China, masjid pertama kali muncul pada masa Dinasti Tang (618–907) ketika Islam diperkenalkan oleh pedagang Arab.

Masjid pertama dibangun di permukiman Arab, termasuk Guangzhou, Hangzhou, dan Quanzhou, dan Yangzhou.

Lantas, apa saja  masjid tertua yang dibangun di China? Melansir China Highlights, berikut ini Kompas.com sajikan daftarnya:

1. Masjid Huaisheng, Guangzhou

Masjid paling sepuh di China ini telah berdiri sejak tahun 627 yang berarti dibangun pada masa Dinasti Tang.

Masjid tersebut diberi nama Huaisheng yang memiliki arti “mengingat orang bijak” untuk menghormati Nabi Muhammad SAW.

Konon, masjid tersebut dibangun oleh sahabat Nabi Muhammad SAW Sa’ad bin Abi Waqqas.

Kendati dibangun oleh Sa’ad bin Abi Waqqas, tetapi Masjid Huaisheng bukanlah Masjid Abi Waqqas yang dipercaya memiliki makam sahabat nabi tersebut.

Namun, Huaisheng merupakan salah satu masjid tertua di dunia yang berhasil diselamatkan.

Baca juga: Masjid Penzberg, Serba Metal dan Ramah Lingkungan

Sebab, masjid tersebut pernah dihancurkan, dan dibangun kembali selama beberapa kali seperti pada tahun 1350.

Masjid tersebut kembali dibangun lagi pada Tahun 1695 setelah hancur karena dilalap api. Ada kemungkinan masjid telah melewati beberapa renovasi yang tidak tercatat waktunya.

Huaisheng memiliki luas sekitar 3.600 meter persegi dengan tinggi menara mencapai 36 meter.

Masjid ini memiliki perpaduan antara arsitektur tradisional China dan gaya Arab. Kaligrafi Arab bisa dilihat di dinding dan pilar bangunan tersebut.

2. Masjid Qingjing, Quanzhou

Secara harfiah, Qingjing memiliki arti "bersih dan murni" yang dibangun pada Tahun 1009 atau pada Dinasti Song (960-1279).

Lebih kecil dari Huaisheng, masjid ini dibangun seluas 2.500 meter persegi gaya arsitektur Arab.

Masjid Qingjing memiliki balai, aula, dan gerbang yang menghadap ke selatan.

Pintu gerbang masjid ini pun terbuat dari diabas atau dolerit dan granit putih yang terdiri dari empat gapura menyatu.

Sepanjang Dinasti Song, Quanzhou memang menjadi salah satu pelabuhan utama perdagangan luar negeri dan menarik banyak orang Arab.

Tak diketahui jelas apa sebabnya, Qingjing pernah direkonstruksi pada masa dua dinasti atau tepatnya pada Dinasti Yuan (1271-1368) dan Ming (1368-1644).

Hingga akhirnya, Kaisar Zhu Di yaitu kaisar ketiga dari Dinasti Ming menyebarkan fatwa untuk melindungi Masjid Qingjing dan umat Islam di China.

3. Masjid Zhenjiao, Hangzhou

Masjid Zhenjiao atau juga dikenal dengan Masjid Phoenix merupakan salah satu bangunan bersejarah di Hangzhou.

Masjid tersebut memiliki bangunan seluas 1.370 meter persegi yang mencakup area seluas sekitar 2.600 meter persegi.

Zhenjiao memiliki sejarah panjang dalam proses pembangunannya. Sebab, masjid ini dibangun pada masa Dinasti Tang, namun dihancurkan pada masa Dinasti Song.

Pada 1281, selama Dinasti Yuan (1206-1368), seorang muslim bernama A Lao Ding mulai membangun kembali masjid ini.

Baca juga: Masjid Masa Kini, Tanpa Kubah dan Mengusung Konsep Kesetaraan Gender

Kemudian, pada masa Dinasti Ming, masjid ini kembali dibangun dengan perluasan bangunan yang sudah ada.

Di dalam Masjid Zhenjiao, terdapat banyak peninggalan budaya dan seni, kitab suci kayu dan beberapa prasasti. 

Selain itu, terdapat beberapa kelengkapan fasilitas lainnya seperti ruang berwudhu dan kamar mandi jenazah.

Masjid Zhenjiao merupakan tempat pertemuan atau pusat peribadatan muslim di Hangzhou.

4. Masjid Libai, Yangzhou

Masjid yang lebih dikenal dengan nama masjid burung bangau ini dibangun pada Tahun 1275 tepatnya pada Dinasti Yuan.

Disebut burung bangau karena desain arsitektur masjid tersebut menyerupai paruh burung bangau yang besar.

Masjid ini pertama kali dibangun untuk memfasilitasi ibadah para pedagang Arab. Kemudian, masjid ini kembali dibangun dua kali pada Dinasti Ming.

Masjid Libai memiliki pohon pinus dan ginkgo biloba yang diyakini sudah berusia sekitar 800 tahun lamanya.

Libai dibuat dengan gaya kaligrafi Cina yang digantung di salah satu aula.

Ada sekitar 3.600 Muslim di Yangzhou, tetapi jemaah yang biasa beribadah di masjid ini pada Jumat kurang dari 50 orang.

Adapun China memiliki sekitar 20.000 masjid di seluruh penjuru negara tersebut hingga saat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.