Harga Rumah di Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur Turun

Kompas.com - 07/05/2021, 14:32 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)Ilustrasi rumah.

"Penurunan harga di kedua wilayah ini masih terbilang wajar karena permintaan untuk harga di kisaran ini memang sedang rendah," jelasnya.

Menurut Marine, turunnya indeks harga properti kuartalan selama tiga kuartal berturut-turut bukan hal yang menggembirakan.

Hal ini baru pertama kalinya terjadi sejak 2015. Meski demikian, Marine juga menegaskan bahwa pasar properti masih memiliki harapan.

Harga properti yang tinggi di wilayah Jakarta tidak mampu dicapai oleh kebanyakan pencari properti hunian saat ini.

Baca juga: 11.500 Rumah Kelas Real Estate Terjual Selama Masa Pandemi

Data menunjukkan permintaan properti hunian terbanyak masih berasal dari kisaran harga Rp 300 Juta-Rp 1,5 miliar.

Sementara harga properti hunian di Jakarta saat ini dimulai dari Rp 2,2 miliar ke atas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, untuk indeks suplai properti (RIPMI-S) berada pada angka 178,2. Indeks menunjukkan pertumbuhan suplai properti sebesar 8,4 persen secara kuartalan pada Kuartal I-2021.

Pertumbuhan suplai ini melambat jika dibandingkan Q4 2020 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,6 persen (qtq).

Suplai properti residensial terbesar masih datang dari DKI Jakarta, yakni 32 persen dari total suplai nasional.

Sementara itu, Jawa Barat menyumbang suplai sebesar 30 persen, diikuti Banten 17 persen, dan Jawa Timur 12 persen.

Menurut Marine, meskipun terjadi pertumbuhan suplai properti namun kondisi ini melambat jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

Perlambatan pertumbuhan suplai properti bisa disebabkan oleh sikap wait and see para pengembang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X