Meski Terkendala Pembebasan Lahan dan Hujan, Bendungan Ciawi Tuntas Juli

Kompas.com - 06/05/2021, 07:00 WIB
Bendungan Ciawi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dok. Kementerian PUPR.Bendungan Ciawi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis, Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat tuntas Juli tahun ini.

Hal ini dia sampaikan saat meninjau lokasi pembangunan Bendungan Ciawi bersama Menteri Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil.

Lalu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (05/05/2021).

"Untuk pembebasan lahan saat ini sudah selesai sehingga konstruksinya bisa selesai dalam waktu dekat," jelas Basuki.

Sejauh ini, progres konstruksi Bendungan Ciawi sudah mencapai 71 persen dan pembebasan lahan mencapai 96 persen.

Selain pembebasan lahan, Bendungan Ciawi mengalami kendala cuaca, terutama hujan yang sering terjadi hampir setiap tahun.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Kementerian PUPR menyelimuti lahan yang masih dikerjakan saat hujan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat hujan sudah tak lagi terjadi, baru dilakukan pemadatan lapis demi lapis pada lahan pembangunan bendungan.

Baca juga: Akhir Tahun Ini, Proyek Bendungan Multifungsi Bintang Bano NTB Rampung

Basuki pun meminta agar kondisi sekitar bendungan kembali dihijaukan dengan ditanami pohon. Hal ini sebagai konservasi alam pada area sabuk hijau atau greenbelt.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, pembangunan Bendungan Ciawi merupakan bagian dari rencana induk (masterplan) pengendalian banjir Jakarta.

"Bendungan Ciawi merupakan bendungan kering akan mengatur mengalirnya debit air di hulu Sungai Ciliwung sebelum ke Bendung Katulampa dan terus ke Jakarta. Dari titik ini diharapkan dapat mengurangi debit banjir hingga 24 persen," imbuh Djarot.

Adapun kontrak pekerjaan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Sacna.

Pembangunan infrastruktur SDA ini telah dimulai pada 2 Desember 2016 dan memakan anggaran sebesar Rp 798,7 miliar.

Pengadaan lahan Bendungan Ciawi dilakukan dengan skema dana talangan dimana kontraktor membiayai terlebih dahulu dan nantinya akan dibayarkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Bendungan Ciawi direncanakan memiliki volume tampung 6,05 juta meter kubik dan luas genangan 39,40 hektar.

Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung. 

Rampungnya pembangunan Bendungan Ciawi dapat mereduksi banjir sebesar 111,75 meter kubik per detik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X