Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/04/2021, 07:00 WIB

Dengan stok kamar yang sangat banyak dan terbatasnya jumlah kunjungan, membuat pelaku bisnis perhotelan tidak memiliki pilihan lain kecuali bertahan dari pandemi Covid-19.

Baca juga: Bali Tambah Lima Hotel Baru, Dua di Antaranya Berklasifikasi Mewah

"Mereka memilih memberikan diskon dan promosi lain demi menarik pengunjung. Meski demikian, hasilnya tidak signifikan," kata Ferry dalam laporan yang diterima Kompas.com, Senin (12/04/2021).

Ferry menegaskan, industri perhotelan sangat membutuhkan mobilitas pengunjung, dan vaksin Covid-19 akan membantu membangun kembali kepercayaan.

Selain itu, akan ada interval waktu selama beberapa bulan sebelum rencana Pemerintah untuk membuka akses bagi turis asing pada Juli 2021.

Momen ini bisa dimanfaatkan oleh pengelola untuk melakukan renovasi atau peremajaan hotelnya sebelum beroperasi penuh.

Larangan mudik

Meski eksistensi perhotelan Bali diselamatkan turis domestik sepanjang 2020 hingga Kuartal I-2021, namun kebijakan larangan mudik yang sudah final diprediksi bakal membuat industri ini makin terpuruk.

"Kuartal II-2021 menjadi momen sulit bagi pelaku bisnis perhotelan karena larangan mudik Lebaran," tutur Ferry.

Baca juga: Arsitektur Bali Mementingkan Keberlanjutan Pembangunan

Masyarakat diminta untuk tidak bepergian ke kota asal mereka atau ke tujuan lokal lainnya. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan ke Bali.

Padahal, jika dilihat secara umum, industri perhotelan Bali bisa tetap eksis hingga sekarang karena kunjungan turis domestik.

Mereka tertarik dengan diskon dan banyaknya promosi.

"Sebelum pemerintah mengizinkan turis asing dapat berkunjung pada Juli tahun ini, turis domestik akan kembali menjadi penyelamat industri," tuntas Ferry.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+