BNI Gelar Akad Kredit KPR FLPP Massal bagi 4.675 MBR

Kompas.com - 31/03/2021, 10:25 WIB
Akad kredit massal KPR Sejahtera FLPP yang diselenggarakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Dok. PPDPP Kementerian PUPR.Akad kredit massal KPR Sejahtera FLPP yang diselenggarakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar akad kredit massal bagi 4.675 peserta untuk penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Pendopo Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, Selasa (30/3/2021).

Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir mengatakan, BNI telah menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebesar Rp 3,75 triliun sejak tahun 2011 hingga 31 Desember 2020 untuk 38.293 unit rumah.

Sedangkan tahun 2021, BNI dipercaya untuk menyalurkan 17.500 unit rumah subsidi dengan nominal KPR sebesar Rp 2,5 triliun.

Baca juga: Suku Bunga KPR Bank OCBC Turun Jadi 8,80 Persen

“FLPP saat ini menjadi engine credit consumer di BNI. Kami saat ini menempati posisi kedua sebagai bank penyalur KPR subsidi," tutur Rony dalam siaran pers, Selasa (30/3/2021).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto menambahkan, properti saat ini menjadi rigid sektor yang meliputi konstruksi dan real estat.

Sehingga, sektor ini menimbulkan multiplier effect (efek berganda) atas pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan berbagai usaha mikro dan menengah untuk menghasilkan bahan baku bangunan maupun tenaga.

"KPR Subsidi menjadi soko guru tumbuhnya perekonomian di Indonesia, kami mengapresiasi para pemangku kepentingan yang saat ini terus bahu membahu menjaga sektor perumahan ini tetap berjalan” ujar Eko.

Eko berpesan kepada para peserta akad kredit massal agar segera menghuni dan memelihara rumahnya.

Selain itu, Eko juga meminta mereka untuk mengecek kondisi rumah demi memastikan seluruh unsur rumah berfungsi dan layak huni.

Baca juga: Ketika Isi SPT, Apakah Pencicil KPR Wajib Lapor Pajak?

Jumlah peserta akad kredit massal ini tersebar di 17 wilayah dan 56 kota di antaranya, Medan, Tanjung Balai Asahan, Tebing Tinggi, Padang, Rengat, Tanjung Balai Karimun, Pekanbaru, Palembang, Jambi, Bengkulu, Tanjung Karang, dan Lubuk Linggau.

Lalu, Pangkal Pinang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Sukabumi, Tasikmalaya, Sumedang, Majalaya, Semarang, Pekalongan, Tuban, Pamekasan, Gresik, Makasar, Pare-pare, Sengkang, Kendari, Polewalli, Denpasar, Mataram, Barabai, Banjarbaru, Sampit, dan Palangkaraya.

Selanjutnya, Pangkalan Bun, Muara Teweh, Jakarta, Jababeka, Serang, Boyolali, Solo, Purbalingga, Wonosobo, Wonogiri, Probolinggo, Banyuwangi, Kediri, Manado, Tomohon, Gorontalo, Palu, Sorong, serta Jayapura.

Untuk diketahui, target penyaluran FLPP tahun 2021 sebesar Rp 19,1 triliun untuk 157.500 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X