Kompas.com - 24/03/2021, 16:30 WIB
Penumpang kereta yang keluar dari Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat, Senin (6/7/2020). Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar atau PSBB masa transisi untuk 14 hari terhitung mulai Jumat (3/7/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang kereta yang keluar dari Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat, Senin (6/7/2020). Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar atau PSBB masa transisi untuk 14 hari terhitung mulai Jumat (3/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melakukan penataan kawasan terintegrasi pada lima stasiun di Jakarta.

Sebelumnya, penataan stasiun terintegrasi tahap pertama telah dilakukan di empat stasiun yaitu Stasiun Tanah Abang, Stasiun Senen, Stasiun Juanda, dan Stasiun Sudirman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selanjutnya untuk tahap kedua ada lima stasiun yang nantinya akan dilakukan penataan. Dan juga saat ini sedang dalam proses pelaksanaan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lupito, dalam diskusi virtual, Rabu (24/03/2021).

Baca juga: Transit Oriented Development, Arah Kebijakan Pembangunan Jakarta

Adapun kelima stasiun tersebut yaitu Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia, Stasiun Palmerah, dan Stasiun Jakarta Kota.

Tujuan dilakukannya penataan kawasan stasiun ini adalah untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan mempermudah mereka dalam mengakses berbagai macam moda transportasi di Jakarta.

"Penataan kawasan stasiun ini adalah bagaimana pergerakan warga dalam beraktivitas itu terjadi pergerakan menerus begitu terjadi perpindahan antar moda. Maka kita arahkan agar perpindahan moda tersebut tidak ada kendala dan bisa dilakukan," jelasnya.

Dalam melakukan penataan kawasan stasiun ini, Pemrov DKI Jakarta berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Termasuk perusahaan BUMN seperti PT KAI (Persero) dan BUMD yakni PT MRT Jakarta.

Baca juga: Jadi Peluang Investasi, Bagaimana Target Transportasi Jakarta Tahun 2030?

Keempat stasiun yang telah dilakukan penataan dinilai memberikan dampak positif dan  manfaat besar bagi masyarakat Jakarta.

Kata Syafrin, mobilitas masyarakat dalam melakukan perpindahan antar-moda transportasi semakin mudah dan lancar.

"Perpindahan antar moda pada stasiun yang telah dilakukan penataan ini terbukti berjalan secara smooth dan lancar tanpa kendala," ujar dia.

Ke depan, transportasi umum di ibu kota harus dapat memberikan kepuasan dan menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.

Hal itu bertujuan agar semakin banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan umum dibandingkan kendaran pribadi.

Oleh karena itu, transportasi publik dijadikan prioritas utama ketiga setelah pejalan kaki dan kendaraan ramah lingkungan sebagai arah penanganan transportasi di Ibu Kota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.