Mitigasi Gempa Majene dan Mamuju, 6 Titik Sumur Bor Tuntas Dibangun

Kompas.com - 24/03/2021, 12:33 WIB
Pembangunan sumur bor di Provinsi Sulawesi Utara. Dok. Kementerian PUPR.Pembangunan sumur bor di Provinsi Sulawesi Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menuntaskan pembangunan sumur bor di enam titik Provinsi Sulawesi Barat.

Pembangunan sumur bor di enam titik posko pengungsian tersebut dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Enam titik pembangunan sumur bor terletak di Stadion Manakara, Kantor Gubernur, Korem 142 Mamuju, Polda Sulawesi Barat, Terminal Simbuang, dan Desa Mekkata.

Hal ini dilakukan sebagai langkah mitigasi bencana pasca gempa bumi di dua wilayah Sulawesi Barat yakni, Majene dan Mamuju.

Sehingga, pembangunan sumur bor merupakan upaya penyediaan air bersih bagi warga, terutama di saat bencana yang sangat membutuhkan air.

Baca juga: Alih-alih Sumur Resapan, Jakarta Bisa Tiru Tokyo Bangun Parthenon

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ketersediaan prasarana dan sarana air bersih serta sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi merupakan hal penting dalam masa tanggap darurat.

“Kami sangat concern (memperhatikan) air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian," tutur Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Rabu (24/3/2021).

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Taufik mengatakan, sumur bor di enam titik tersebut sudah bisa dimanfaatkan warga sekitar, terutama para pengungsi korban gempa beberapa waktu lalu.

Pompa sumur bor itu tersebut diperasikan menggunakan tenaga surya (matahari). Sehingga, jika suatu saat terjadi bencana atau gangguan listrik, pompa tersebut masih bisa menyuplai air bersih.

Dari keenam titik yang dibangun, sumur bor terbesar berada di Stadion Manakara dengan debit hingga 3 liter per detik, sementara sisanya memiliki debit 0,7-1 liter per detik.

"Semua sumur bor tersebut dilengkapi dengan menara air dan hidran umum berjumlah 4 unit. Jadi, dapat digunakan oleh masyarakat banyak sekaligus," Taufik.

Taufik mengungkapkan, pemeliharaan sumur bor akan diserahkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) terkait.

Dia berharap, sumur bor yang telah dibangun dapat dijaga dengan baik agar dapat terus bermanfaat untuk menyuplai air bersih terutama di saat darurat seperti bencana alam.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.