Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Solusi Kurangi Lembap di Rumah Anda

Kompas.com - 07/03/2021, 15:00 WIB
Ardiansyah Fadli,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setiap ruang di dalam rumah memiliki tingkat kelembapan yang berbeda.

Ada ruang dengan tingkat kelembapan yang tinggi dan ada juga yang rendah.

Namun, lembap yang berlebihan justru dapat menimbulkan jamur yang akhirnya mengancam kesehatan penghuni rumah.

Sebaliknya, ruang atau rumah dengan kelembapan yang terlalu rendah juga dapat mengakibatkan kulit penghuni rumah jadi kering.

Selain itu, akan merusak barang-barang di dalam rumah dengan cepat.

Baca juga: Cara Hilangkan Bau Tak Sedap di Rumah Anda

Berikut 7 cara mengurangi kelembapan:

1. Identifikasi kelembapan

Untuk menurunkan kelembapan, Anda harus mengidentifikasi penyebabnya terlebih dahulu.

Langkah pertama adalah menguji tingkat kelembapan dengan humidistat atau perangkat yang mirip dengan termostat.

Perangkat berbiaya rendah ini dapat membaca tingkat kelembapan suhu di ruang rumah Anda.

Tingkat Kelembaban Relatif (RH) yang ideal di rumah antara 30 persen sampai 50 persen.

Lebih rendah dari itu, dapat menyebabkan kulit kering, dapat merusak bahan-bahan rumah tangga seperti kayu.

Sementara jika kelembapan lebih tinggi dari 50 persen maka dapat menyebabkan jamur, hingga alergi pada kulit Anda.

2. Kurangi kelembapan akibat aktivitas

Umumnya, banyak aktivitas di dalam rumah yang justru dapat menambah tingkat kelembapan.

Aktivitas seperti memasak dan bersih-bersih bisa membuat banyak kelembapan.

Untuk membantu mengurangi kelembapan dalam ruangan, sebaiknya selalu tutupi panci mendidih dan jalankan mesin pencuci piring dengan pengaturan terpendek atau singkat.

Selain itu, Anda juga dapat mencoba mengurangi suhu dan membatasi lama mandi, lalu gantung setiap pakaian di luar rumah untuk dikeringkan jika memungkinkan.

3. Tingkatkan Ventilasi

Ventilasi yang buruk adalah salah satu penyebab paling umum dari kelembapan berlebih di rumah.

Langkah sederhana seperti selalu menggunakan kipas ventilasi saat Anda memasak atau mandi dapat menurunkan tingkat kelembapan.

Jika Anda sudah menggunakan kipas secara konsisten, coba biarkan lebih lama. Biarkan kipas itu berputar selama satu jam untuk membantu menghilangkan semua kelembapan setelah mandi.

Penting juga untuk membersihkan semua ventilasi, filter, dan kipas secara teratur.

Kipas ventilasi yang tersumbat tidak akan menghilangkan banyak kelembapan, sementara ventilasi pengering yang tersumbat sebenarnya dapat menyebabkan udara panas dan kelembapan yang berlebihan.

Selanjutnya, Anda juga dapat mengganti kipas ventilasi rumah Anda jika usianya sudah lama dan tidak berfungsi secara maksimal.

4. Batasi Jumlah Tanaman dalam Ruangan

Tanaman membantu menciptakan hubungan dengan alam dan menghidupkan ruang dalam ruangan rumah Anda.

Tapi tanaman juga dapat membuat banyak kelembapan.

Jika memperhatikan tingkat kelembapan yang lebih tinggi dari biasanya, Anda mungkin harus mencari tempat baru untuk beberapa tanaman hijau dalam ruangan.

Setidaknya, pertimbangkan untuk menukar tanaman tropis yang menyukai kelembapan dengan variasi yang lebih kering seperti kaktus dan sukulen.

5. Tingkatkan Aliran Udara dalam Ruangan

Meningkatkan aliran udara ke seluruh rumah dapat membantu mencegah kelembapan terperangkap di satu lokasi.

Sirkulasi udara yang baik juga dapat membantu menyeimbangkan suhu interior, sehingga satu ruangan tidak lebih dingin dari yang lain.

Untuk menjaga agar udara tetap bergerak, pastikan semua lubang pengatur panas terbuka dan aliran udara dingin tidak terhalang.

Anda juga harus membiarkan semua pintu interior terbuka dan mengatur kipas tungku agar selalu menyala untuk meningkatkan sirkulasi udara interior.

6. Ganti Jendela Rumah

Jendela rumah merupakan salah satu penyebab utamanya terjadinya kelembapan terutama di daerah dingin dan musim hujan.

Pasalnya, ketika air menumpuk dan mengalir dari jendela, itu bisa melengkungkan kayu dan menciptakan jamur di dalam dinding.

Karenanya, Anda harus mengganti jendela bermasalah dengan jendela kaca ganda atau tiga lapis dengan penutup yang baik untuk membantu mencegah penumpukan kelembapan di dalam ruangan.

7. Jalankan Dehumidifier

Jika semua solusi di atas tidak membantu, dehumidifier mungkin merupakan pilihan terbaik Anda.

Dehumidifier dapat mengekstraksi kelembapan dari udara untuk membantu mengurangi tingkat RH internal.

Sebagian besar unit memiliki ember yang berisi air yang harus sering Anda buang.

Meskipun hal ini membutuhkan usaha, ini adalah metode yang sangat efektif untuk mengurangi tingkat kelembapan di rumah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Siap-siap, Bangunan Liar di Puncak Bogor Bakal Digusur

Siap-siap, Bangunan Liar di Puncak Bogor Bakal Digusur

Berita
Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Jokowi: Kalau Tidak Punya, Kita Kalah Saing

Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Jokowi: Kalau Tidak Punya, Kita Kalah Saing

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Ciamis: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Ciamis: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Daerah yang Masuk Kawasan Aglomerasi DKJ Bisa Dapat Suntikan APBN

Daerah yang Masuk Kawasan Aglomerasi DKJ Bisa Dapat Suntikan APBN

Berita
Lahan Eks-HGU 250 Hektar di Ciawi Diserahkan kepada Masyarakat

Lahan Eks-HGU 250 Hektar di Ciawi Diserahkan kepada Masyarakat

Berita
Usai Tak Jadi Ibu Kota, Pembangunan di Jakarta Berbasis Kawasan Aglomerasi

Usai Tak Jadi Ibu Kota, Pembangunan di Jakarta Berbasis Kawasan Aglomerasi

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Garut: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Garut: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Incar Pasar Lokal dan Asing, Vila Mewah di Bali Ditawarkan Rp 7,5 Miliar

Incar Pasar Lokal dan Asing, Vila Mewah di Bali Ditawarkan Rp 7,5 Miliar

Hunian
IKEA Kembali Rilis Produk Lawas, Karya 4 Desainer asal Swedia

IKEA Kembali Rilis Produk Lawas, Karya 4 Desainer asal Swedia

Interior
Hilangkan Bau Tak Sedap dari Wastafel dengan 5 Langkah Ini

Hilangkan Bau Tak Sedap dari Wastafel dengan 5 Langkah Ini

Tips
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Purwakarta: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Purwakarta: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Karawang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Karawang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Segera Rampung, Ini Progres Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jambi

Segera Rampung, Ini Progres Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jambi

Berita
Artotel Resmi Beroperasi di Gelora Senayan, Ada Alih Manajemen

Artotel Resmi Beroperasi di Gelora Senayan, Ada Alih Manajemen

Hotel
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com