Newland dan Arsitek Taiwan Hadirkan Apartemen Milenial di Medan

Kompas.com - 11/02/2021, 11:11 WIB
Direktur Princeton Sunarlim Satio kepada wartawan mengatakan, Boutique Living di kawasan urban Kota Medan didesain dengan sistem smart living, gebrakan terbaru dari Greenland Developer, Rabu (10/2/2021) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIDirektur Princeton Sunarlim Satio kepada wartawan mengatakan, Boutique Living di kawasan urban Kota Medan didesain dengan sistem smart living, gebrakan terbaru dari Greenland Developer, Rabu (10/2/2021)

MEDAN, KOMPAS.com - Newland Overseas Development Indonesia bekerja sama dengan Green Land menawarkan apartemen Princteon, di Medan, Sumatera Utara.

Apartemen berkonsep smart boutique living ini dirancang oleh arsitek Taiwan, Yao Cheng Chung. 

Berada di Ringroad, lokasi Princeton merupakan kawasan urban Kota Medan yang terus tumbuh dan berkembang karena dekat dengan pintu masuk tol. Selain itu, terkoneksi dengan area industri dan pemukiman lainnya.

Direktur Newland Overseas Developer Lim Nai Tien mengatakan, pemilihan lokasi berdasarkan hasil survei dengan mempertimbangkan faktor aksesibilitas, perkembangan kawasan dan fasilitas umum. 

"Konsep apartemen ini juga merupakan gebrakan terbaru dari Green Land yang sebelumnya sukses mendirikan dan menangani The Cambridge Apartment dan The Manhattan," ujar Lim, Rabu (10/02/2021).

Baca juga: Menikmati Kota Medan dari Balik Gedung Tua, Serasa Berada pada Abad 19

Ada 130 unit dengan tiga tipe yaitu studio, dua dan tiga kamar yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 18 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi.

Apartemen ini dilengkapi dengan beragam fitur mulai dari smart home system seperti wifi, sistem keamanan terpadu, co-living space, kolam renang, gym, ruang multifungsi, ruang meeting dan arena bersantai seperti rooftop bar dan lounge. 

Direktur Princeton Sunarlim Satio menambahkan, pembangunan apartemen akan dimulai pada Mei 2021 dan rampung dalam tiga tahun ke depan.

Saat ini sedang proses pengurusan Izin Mendirikan Bangunan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Sambil menyelesaikan semua syarat administrasi, Princeton mulai dipasarkan dan akan segera dilakukan peletakan batu pertama pembangunan. 

"Kami harapkan semua izin selesai setelah Lebaran ini. Adanya perusahaan dari luar negeri yang menanamkan modalnya, menunjukkan potensi Sumatera Utara," kata Sunarlim. 

Menurut dia, Princeton merupakan apartemen yang dibangun untuk mengakomodasi kebutuhan pasar milenial.

Hal ini karena ada ruang-ruang tertentu di lantai dua hingga enam dari total 23 lantai ditujukan untuk smart office bagi kalangan muda yang ingin berbisnis sendiri.

"Harga smart office ini dipatok sekitar Rp 14 juta per meter persegi," imbuh Sunarlim.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X