Pemerintah Percepat Operasionalisasi Kawasan Industri Tahun 2021

Kompas.com - 30/12/2020, 14:00 WIB
Tampak dari kejauhan Kawasan Industrial Estate (KIE) lokasi dibangunnya pabrik amonium nitrat milik PT KAN di Bontang, Kaltim, Minggu (29/3/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONTampak dari kejauhan Kawasan Industrial Estate (KIE) lokasi dibangunnya pabrik amonium nitrat milik PT KAN di Bontang, Kaltim, Minggu (29/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mempercepat operasionalisasi kawasan industri pada tahun 2021 sebagai bagian dari strategi pemulihan sektor tersebut.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan hal itu dalam Outlook Pembangunan Ekonomi 2021 yang dikutip Kompas.com, Rabu (30/12/2020).

"Strategi pemulihan industri salah satunya dengan percepatan operasionalisasi kawasan industri," ujar Amalia.

Amalia menjelaskan, strategi itu dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan industri pengolahan.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan industri pengolahan mengalami penurunan tenaga kerja sebanyak 2,7 persen pada tahun ini dibandingkan tahun 2019.

Baca juga: 13 Kawasan Industri Baru Dibangun, Jawa Area Utama Konsumen

Pada tahun lalu, tenaga kerja pada sektor industri pengolahan sebanyak 18,9 juta orang. Sementara tahun 2020 menyusut jadi 17,5 juta orang.

Oleh karena itu, pada tahun 2021 mendatang, ditargetkan industri pengolahan bisa mencapai target sebesar 4,7-5,5 persen atau menyerap sebanyak 18,4 juta tenaga kerja.

Selain mempercepat operasionalisasi kawasan industri, terdapat tujuh strategi lainnya yang akan dilakukan Pemerintah untuk memulihkan sektor itu.

Berikut ini strateginya:

  1. Pemulihan utilisasi industri melalui rantai pasok untuk akses bahan baku dan pasar ekspor.
  2. Pemulihan pasar yang didorong penggunaan produk dalam negeri, termasuk oleh Pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
  3. Pemulihan pekerja industri melalui re-hiring (perekrutan kembali) dan re-training (pelatihan kembali).
  4. Akselerasi industri substitusi impor khususnya makanan, minuman, kimia, farmasi, dan alat kesehatan.
  5. Akses energi dan logistik yang kompetitif.
  6. Pemulihan produktivitas dan penawaran produk Industri Kecil dan Menengah (IKM).
  7. Inovasi dan adaptasi teknologi dengan penerapan industri 4.0 dan digitalisasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X