Akibat Corona, Sewa Pusat Belanja di Jakarta Bakal Lebih Murah

Kompas.com - 30/12/2020, 11:00 WIB
Ilustrasi mal ShutterstockIlustrasi mal

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar ruang ritel di Jakarta akan mengalami penurunan signifikan pada 2021. Hal ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang belum ditangani secara maksimal.

Karenanya banyak mal di Jakarta yang semakin kesulitan untuk beroperasi. Bahkan, tak sedikit di antara mal tersebut yang tutup dan tak lagi membuka operasinya.

"Ritel merupakan salah satu sektor yang paling terdampak akibat pembatasan sosial yang diberlakukan karena pandemi," kata Direktur Riset dan Investasi Leads Property Indonesia Kazim Ali Bokhari dalam laporannya yang diterima Kompas.com, Kamis (24/12/2020).

Kazim menuturkan, pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap penyewa ruang ritel serta memengaruhi perilaku belanja masyarakat.

Baca juga: Tahukah Anda, Mal Terluas Se-Indonesia Ada di Surabaya?

Oleh karena itu ada kemungkinan sektor ini akan pulih dalam waktu yang lebih panjang secara perlahan dan bertahap untuk dapat kembali ke posisi pra-pandemi.

Tahun 2021, pemilik pusat belanja akan memberikan sejumlah kemudahan untuk peritel atau penyewa sehingga tetap dapat membuka usahanya.

"Mereka akan terus memberikan insentif kepada penyewa seperti diskon sewa, pembayaran yang ditangguhkan atau bahkan bebas sewa, tergantung pada kinerja keuangan dari penyewa," kata Kazim.

Selain itu, akan ada skema baru yang diterapkan terhadap penyewa. Salah satu kemungkinannya adalah skema bagi hasil.

Tingkat hunian turun

Kazim memprediksi, pada tahun depan tingkat hunian pasar ritel di Jakarta akan terus menurun yang dipicu tambahan pasokan baru.

Penurunan tingkat hunian akan menjadi 87,3 persen dibandingkan tahun ini yang mencapai 89,2 persen.

Sementara harga rata-rata sewa menjadi Rp 850.000 per meter persegi atau lebih murah dibandingkan pada tahun 2020 yang mencapai angka Rp 863.000 per meter persegi.

Terlebih beberapa penyewa ruang ritel diperkirakan akan menutup gerainya karena omzet berkurang, serta cenderung menahan rencana ekspansi akibat pandemi.

"Jadi banyak industri ritel melakukan perubahan pasar. Penjualan melalui platform online seperti e-commerce akan lebih diadopsi untuk bertahan," imbuh Kazim.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X